Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi minta pendidikan karakter bangsa dikembangkan

Jokowi minta pendidikan karakter bangsa dikembangkan Presiden Jokowi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri untuk membahas soal pendidikan. Jokowi ingin setiap anak bangsa menghargai keberagaman sehingga tidak terjadi perpecahan.

Hadair Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir. Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/1).

"Bahas masalah pendidikan secara umum. Bagaimana agar pendidikan karakter bangsa harus jadi perhatian kita semua, bagaimana pendidikan terkait jati diri ke-Indonesiaan kita yang memang dikenal sebagai masyarakat bangsa religius, sangat agamis sekaligus sangat memperhatikan keragaman, kemajemukan, kebhinekaan," jelas Lukman mengungkapkan arahan Jokowi.

"Inilah yang harus senantiasa dijaga dan dikembangkan oleh semua lembaga pendidikan kita," kata politikus PPP tersebut.

Lukman mengatakan, arahan Jokowi sejalan dengan semangat Kementerian Agama memberikan pendidikan agama substantif kepada masing-masing pemeluknya.

Agama disebarluaskan secara promotif bukan konfrontatif.

"Agama harus diarahkan kepada sisi-sisi substansi dan esensinya," ujar Lukman.

Jika agama disebarluaskan dengan pendekatan konfrontatif, maka disintegrasi bangsa ini akan muncul. Dikhawatirkan, lanjut dia, keragaman, kemajemukan justru tidak bisa disatukan.

"Di sini lah, bagaimana agama dikembalikan keesensinya yang memanusiakan manusia itu, yang menyebabkan setiap manusia senantiasa terjaga harkat, martabat, dan derajatnya," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP