Jokowi minta pembangunan LRT selesai pada Juli 2018
Merdeka.com - Presiden memberikan kesempatan kepada penyelenggara pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jabodetabek dan Palembang diselesaikan paling lambat pada April atau Juli 2018. Penyelesaian pembangunan ini diupayakan ikut memuluskan pelaksanaan Asian Games Ke-18.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Jokowi, diputuskan pembangunan LRT di Jakarta diserahkan kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sementara pembangunan LRT di Palembang diserahkan kepada Gubernur Palembang.
"Di DKI Jakarta panjang lintasan yang dibuat 123.7 km dan wilayah provinsinya 57.6 KM. Nantinya antar LRT, MRT, KRL akan dibuat terkoneksi sehingga dengan demikian masyarakat dari Bekasi, Karawang, Bogor, baik yang naik LRT, MRT dan KRL akan terkoneksi di beberapa tempat," kata Pramono dalam Konferensi Pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/3).
Dalam pembangunan LRT ini, persoalan pembebasan lahan ikut diperhatikan. Mengingat setiap pembangunan membutuhkan lahan yang cukup sesuai dengan perencanaan. Dalam hal ini, kata Pramono, Presiden menyarankan agar ada perubahan peraturan Menteri Keuangan tentang insentif bagi penjual atau masyarakat yang terdampak.
"Kalau dulu semua harus nunggu proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai selesai. Kalau sudah selesai baru pembebasan tanah bisa dilakukan. Baru sekarang diatur bahwa pembebasan tanah bisa diatur BUMN untuk membuat jalan tol tersebut. Maka dengan demikian akan bekerja sama Menteri BUMN, Menteri PUPR, Menteri Keuangan, supaya proses pembangunan infrastruktur ini bisa diselesaikan sesuai target," tuntas Pramono.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya