Jokowi minta Kapolri tangkap penyebar hoaks bencana gempa
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberikan tindakan tegas kepada para penyebar berita bohong atau hoaks mengenai gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai rapat terbatas bersama Presiden.
"Presiden (Joko Widodo) instruksikan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) siapa pun yang dapat bencana seperti ini dan memanfaatkan keprihatinan ini untuk kepentingan yang meresahkan masyarakat segera kita tangkap," kata Wiranto di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, (2/10).
Wiranto mengecam kemunculan hoaks soal bencana. "Informasi tidak benar meresahkan masyarakat tidak enak dan tidak elok," ucap Wiranto.
Masyarakat, kata dia, diminta memantau berita resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengetahui informasi terkini soal gempa Palu.
Pemerintah pun bakal memperbaiki manajemen bencana berdasarkan pengalaman bencana gempa Lombok dan Palu. Para aparat diharap bisa lebih siap menghadapi bencana yang datang tiba-tiba.
"Berita resmi akan kita keluarkan lewat pintu yang pasti, kita tunjuk humas BNPB untuk jelaskan penjelasan akurat ke masyarakat sedangkan yang lain disesuaikan dengan pokok informasi yang disusun oleh badan resmi yang kita tunjuk," tandas Wiranto.
Reporter: Hanz Jimenez
Sumber: Liputan6.com
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya