Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi minta GMNI selamatkan bangsa dari gerakan radikalisme

Jokowi minta GMNI selamatkan bangsa dari gerakan radikalisme Presiden Jokowi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak hanya pimpinan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Presiden Joko Widodo juga mengundang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi meminta GMNI ambil bagian dalam menangkal gerakan radikalisme di kampus-kampus.

"Presiden menyampaikan agar GMNI bisa mengambil peran bersama dengan teman-teman organisasi lain yang kemudian bisa menyelamatkan bangsa kita dari radikalisme di Indonesia ini," kata Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (31/7).

Selama pertemuan, Jokowi dan GMNI menyoroti ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. GMNI mengapresiasi upaya Jokowi menyelamatkan Pancasila dari tekanan kelompok-kelompok radikal.

"Terutama menyelamatkan bangsa dari persoalan-persoalan gerakan radikalisme dengan lahirnya Perppu (Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan)," ucap Chrisman.

GMNI juga mengapresiasi langkah Jokowi yang memperhatikan kekayaan alam Indonesia, terutama kekayaan alam di Papua. Selain itu, GMNI menyampaikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di sektor pembangunan.

"Ke depan GMNI siap menjadi mitra strategis dan kritis pemerintah untuk kemudian mencapai masyarakat yang dicita-citakan seperti amanat para pendiri bangsa terdahulu untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur," sambung dia.

Menanggapi masukan tersebut, Jokowi mengaku berupaya konsisten dan mengoptimalkan langkah membangun bangsa.

"Dan bapak presiden juga mengatakan berupaya maksimal untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dan apa namanya memberikan kesejahteraan pada masyarakat," tuntas Chrisman.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP