Jokowi minta BNN berantas jaringan bisnis narkoba di dalam lapas
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini beraudiensi dengan Delegasi Badan Narkotika Nasional di Kantornya. Dalam audiensi itu, membahas tentang penyalahgunaan dan pengedaran narkoba.
Ketua BNN Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan semua permasalahan pemberantasan narkoba di Indonesia telah dilaporkan kepada Jokowi. Termasuk peredaran narkoba di Lapas.
"Semuanya kita laporkan presiden," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut Anang, Presiden Jokowi meminta pemberantasan narkoba segera diintensifkan, dan ditangani dalam waktu dekat.
"Agar ditangani dalam waktu dekat, mengambil langkah-langkah pemberantasan diintensifkan, masalah rehabilitasi juga diintensifkan," ujarnya.
Atas perintah tersebut, Anang mengaku akan menargetkan menangkap gembong narkoba. Termasuk para gembong yang masih menjalankan bisnis narkobanya di dalam lapas.
"Target yang dibebankan pada kita menangani masalah gembong narkoba yang dihukum, tetapi masih bisa menjalankan bisnis narkobanya," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya