Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi juga tinjau UN berbasis komputer di SMK Budi Utomo Jakarta

Jokowi juga tinjau UN berbasis komputer di SMK Budi Utomo Jakarta Jokowi sidang UN bareng Ahok dan Anies. ©2015 Merdeka.com/Fikri Faqih

Merdeka.com - Usai sidak ke SMA 2 Jakarta, Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuju SMK 1 Budi Utomo. Jokowi ingin melihat penyelenggaraan Ujian Nasional yang menggunakan sistem komputer dalam cara pengerjaanya.

"Pagi tadi kita sudah melihat di SMA 2 untuk yang berbasis kertas kemudian kita ke SMK negeri 1 (Budi Utomo) untuk melihat yang berbasis komputer," ujar Jokowi di SMK 1 Budi Utomo di Jakarta, Selasa (16/4).

Jokowi dan rombongan hanya memantau pengerjaan di lapangan SMK 1. Sedangkan awak media tidak diizinkan masuk ke dalam sekolah lantaran dapat terganggu konsentrasi siswa yang sudah dimulai ujiannya.

"Kita lihat semuanya karena kita juga gak mau ganggu siswa, mulai ya saya hanya ingin lihat di lapangan anak-anak kesiapannya seperti apa. Kalau saya lihat anak anak tadi tidak tertekan karena ujian bukan penentu kelulusan," ujarnya.

Menurut Jokowi, sistem pengerjaan ujian baik menggunakan kertas dan komputer sama-sama sudah baik. Apalagi, penggunaan komputer tidak hanya untuk ujian nasional melainan juga tes CPNS, jadi bermanfaat untuk semua.

"Sudah komplet. Tetapi kan komputer ini tidak hanya digunakan. Dibeli kementerian kan tak hanya untuk anak ujian. Selama sepuluh tahun kan bisa digunakan tak hanya untuk ujian," ujarnya.

Sementara itu, Anies yang menemani Jokowi mengatakan, pengerjaan ujian dengan menggunakan komputer sangat efesien. Sebab, tidak perlu ada pendistribusian soal ujian.

"Irit, irit sekali karena ndak perlu cetak. Ndak perlu distribusi. Karena biaya distribusi itu 7,3 juta di seluruh Indonesia. Mengirim kertas sama dengan mengirim batu, berat, mahal, jadi dengan ini lebih efisien. Minimal sampai 30 persen. Per anak Rp 80.000," ujar Anies.

Untuk tingkat kebocorannya dalam sistem ini, kata Anies, pun sangat minim. Adapun indikasi kebocoran, Anies berjanji akan langsung investigasi.

"Ya nanti kita investigasi. Laporkan kebocoran gak akan kita toleransi kebocoran," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan Ujian Nasional tahun ini bukan penentu untuk kelulusan siswa. Jokowi berharap ada yang lebih penting dari sekedar lulus dalam UN yakni indeks integritas.

Indeks integritas dinilai dari kejujuran siswa dalam menjawab soal, dan penyelenggaraan UN di tiap sekolah, apakah ada kebocoran disana.

"Karena memang yang baik jangan diberi target. Jadi tidak memberi target kelulusan. Saya ga pernah beri target kelulusan pada sekolah. Dari sejak walikota dan gubernur sudah, karena memang bukan target kita untuk tersebut," ujarnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP