Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi janji bangun ribuan balai latihan kerja di pondok pesantren

Jokowi janji bangun ribuan balai latihan kerja di pondok pesantren Jokowi bicara di hadapan santri nasional. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji membangun 1.000 balai latihan kerja di pondok pesantren. Jumlah tersebut akan dilipatgandakan pada tahun berikutnya jika ternyata efektif dan bermanfaat.

"Tahun ini telah dimulai program yang masuk pesantren. Ada yang namanya Bank Wakaf Mikro, untuk ekonomi umat. Memang baru kita mulai. Tahun ini juga kita coba, yang namanya balai latihan kerja di pondok-pondok pesantren. Memang baru dimulai, Bank Mikro baru kita coba di 33 pondok pesantren, balai latihan kerja juga baru 50. Tetapi tahun depan kita perbanyak kurang lebih 1.000 balai latihan kerja yang akan saya dirikan. Dan kalau kita lihat bermanfaat, dan bisa meningkatkan sumber daya manusia, tahun depannya lagi Insya Allah akan kita lipatgandakan lagi. Karena negara ini memiliki 28 ribu pondok pesantren," kata Jokowi di hadapan sekitar 48 ribu santri saat menghadiri Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10) malam.

Jokowi mengaku, akhir-akhir ini hampir setiap pekan masuk ke pondok untuk melihat kebutuhan pesantren secara langsung. Apalagi setiap pesantren memiliki kebutuhan yang berbeda. Sehingga program bantuan yang akan diberikan bisa tepat sasaran dan bisa meningkatkan skil para santri.

Pada bagian lain, Jokowi menyampaikan, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para Kai, Alim Ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, sejarah telah mencatat peran besar mereka dalam menjaga NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan selalu memadu jalan kebaikan, kebenaran dan kemajuan.

"Saya mengajak para santri untuk menjaga dan mencintai bangsa Indonesia. Indonesia ini negara besar, terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa daerah, adat, dan ras.Perbedaan-perbedaan itu mengharuskan kita untuk saling kenal, mengenal, menghargai, menghormati di antara kita, antar suku, antar agama, antar adat yang memang berbeda-beda," tandasnya.

Dengan segala perbedaan tersebut, Jokowi berharap para santri tidak saling ejek. Baik antar daerah, suku dan agama.

"Tidak boleh saling ejek. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan," kata dia.

Pada akhir sambutannya, Jokowi meminta para santri untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah. Hal ini dimaksudkan agar persatuan, persaudaraan dan kerukunan tetap ada di Indonesia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP