Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Jangan Merasa Kasus Covid-19 Turun, Kita Jadi Lengah

Jokowi: Jangan Merasa Kasus Covid-19 Turun, Kita Jadi Lengah Presiden Joko Widodo. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Dia bilang, penyebaran corona di Indonesia masih ada.

"Tugas kita dalam penanganan pandemi Covid-19 ini belum berakhir, belum selesai risiko penyebaran Covid-19 ini masih ada dan juga aktivitas ekonomi yang harus kita gerakkan, hati-hati resiko penyebaran Covid," katanya dalam pembukaan Munas Apkasi V di Istana Negara, Jumat (26/3).

Jokowi mengungkapkan, bahwa setiap hari dirinya selalu mendapat laporan data corona. Mulai dari tanah air hingga luar negeri. Menurutnya, angka kasus Covid masih fluktuatif.

"Di Eropa, di India yang sudah turun tau tau melompat sampai 3-4 kali lipat Covid-nya. Kita alhamdulilah di Januari pernah di angka 13 ribu kasus harian, 14 ribu bahkan 15 ribu, sekarang kita sudah turun dan berada di angka 5-6 ribu dan akan terus kita turunkan," ucapnya.

"Coba lihat india 59 ribu kasus harian, brazil 90.500 kasus harian, Amerika Serikat 66 ribu," tambah Jokowi.

Maka dari itu, Kepala Negara meminta penanganan pandemi di Indonesia tidak lengah. Meski kasusnya turun tetapi kewaspadaan menurun. Dia bilang, virus corona tetap tidak terlihat.

"Ini harus menjadi kehati-hatian kita semua jangan merasa sudah (kasusnya turun) 5000 langsung kewaspadaan kita dan kita lengah, hati-hati. Barang ini kita gak kelihatan, di mana juga kita gak tahu," ujarnya.

"Lewatnya apa kita enggak tahu media penularannya juga kita enggak tahu, sebab itu satu-satunya jalan tetap waspada dan jangan lengah," imbuhnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP