Jokowi: Hati Hati Klaster Covid-19 di Kantor, Keluarga dan Pilkada
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) tak hanya berfokus di tempat-tempat publik saja. Dia juga meminta jajarannya untuk mewaspadai penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor, keluarga serta Pilkada.
"Hati-hati ini perlu saya sampaikan. Hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga, hati-hati. Yang terakhir, juga klaster Pilkada. Hati-hati ini, agar ini selalu diingatkan," jelasnya saat memimpin sidang kabinet paripurna yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/9).
Dia mengatakan, banyak masyarakat yang merasa sudah aman dari penularan Covid-19 saat berada di rumah dan kantor. Hal itu membuat masyarakat lupa menerapkan protokol kesehatan.
"Karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati Dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan," ujarnya.
Selain itu, Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menteri Kesehatan, serta TNI-Polri fokus mencegah penyebaran Covid-19 di semua klaster. Jokowi menilai apabila penanganan Covid-19 membaik maka perekonomian Indonesia dapat kembali pulih.
"Sekali lagi kalau penanganan covid baik, kalau kesehatan baik, ekonominya juga akan membaik," terangnya.
Jumlah kasus positif Corona atau Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 3.444 orang pada Minggu (6/9). Dengan begitu, maka total akumulatif 194.109 orang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.
Lalu, untuk jumlah kasus sembuh pada hari ini ada 2.174 orang. Sedangkan jumlah kumulatif yang dinyatakan sembuh sebanyak 138.575 orang.
Kemudian, untuk pasien meninggal pada hari ini berjumlah 85 orang dan total akumulatif ada 8.025 orang. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus tertinggi terkait infeksi Covid-19 di Indonesia.
Dilaporkan sebanyak 1.176 kasus positif terjadi di Jakarta. Sedangkan untuk kasus sembuh mencapai 801 orang.
Reporter: Lisza EgehamSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya