Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Harap Daerah Lain Contoh Rehabilitasi Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai

Jokowi Harap Daerah Lain Contoh Rehabilitasi Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Jokowi Tanam Mangrove di Pantai Bengkalis. ©2021 Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo(Jokowi) berharap daerah lain bisa mencontoh rehabilitasi Mangrove yang dilakukan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali. Dia menjelaskan Tahura tersebut memadukan pendidikan, pariwisata serta penguatan ekonomi masyarakat.

"Model rehabilitasi mangrove seperti inilah yang ingin kita replikasi, kita copy untuk program rehabilitasi mangrove di provinsi-provinsi yang lain," kata Jokowi usai meninjau Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (8/10).

Jokowi berpesan kawasan pesisir juga bisa melakukannya. Diharapkan bisa memulihkan dan melestarikan kawasan hutan mangrove.

"Mengantisipasi dan memitigasi perubahan iklim dunia yang terus dan akan terjadi," kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, mengklaim keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest. Hal tersebut juga beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.

Tahura Ngurah Rai Akan Dipamerkan di G20

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengatakan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, akan menjadi salah satu tempat yang dipamerkan saat perhelatan KTT G20 pada 2022.

"Ini juga nanti mungkin akan menjadi salah satu venue yang akan kita perlihatkan kepada pemimpin-pemimpin G20 tahun depan," kata Jokowi.

Dikutip dalam keterangan biro pers, media dan informasi sekretariat presiden, dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia. Sehingga dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali nanti.

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP