Jokowi cuma lanjutkan mimpi SBY jadikan TNI Harimau Asia
Merdeka.com - Masa kepemimpinan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah memasuki usia setahun. Usia yang masih sangat muda bagi sebuah pemerintahan untuk membangun pondasi-pondasi kuat sebagai seorang pemimpin bangsa. Masih ada waktu empat tahun lagi bagi keduanya menduduki jabatan tertinggi di Tanah Air di periode pertama.
Saat baru menjabat, Jokowi, sapaan Joko Widodo, sudah menghadapi pelbagai masalah nasional maupun internasional. Gejolak ekonomi dunia yang tidak menentu yang mempengaruhi daya tahan rupiah terhadap dolar, hingga persoalan hukum yang melanda Indonesia harus diselesaikannya dengan bijak, termasuk bidang pertahanan.
Sayangnya, belum banyak terobosan baru yang dilakukan Jokowi untuk memperkuat TNI sebagai elemen pertahanan bangsa. Selama setahun pemerintahan Jokowi-JK, TNI dipandang masih melakukan konsolidasi kekuatan dan belum menerapkan strategi-strategi baru dan revolusioner terhadap pelbagai ancaman yang bakal dihadapi Indonesia.
"Dari segi perkembangan pertahanan, belum sepenuhnya terlihat. Artinya tahun pertama ini masih tahun konsolidasi TNI, di mana posisi pengembangan alutsista masih melanjutkan program yang dibeli sebelumnya," ungkap peneliti dari Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib, saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (20/10) kemarin.
Berikut beberapa kebijakan di masa pemerintahan Jokowi yang merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya:
Pengadaan pesawat tempur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRencana pembelian pesawat tempur sudah menjadi proyek yang dilakukan sejak pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat masih menduduki kursi pemerintahan, SBY sangat memprioritaskan upaya modernisasi kekuatan pertahanan TNI yang saat itu mulai termakan usia dan usang.Salah satu program yang dilakukan adalah melakukan pembelian jet-jet tempur baru untuk memperkuat TNI Angkatan Udara. Aksi embargo ekonomi oleh Amerika Serikat telah melemahkan kekuatan TNI, sejumlah pesawat F-16 terpaksa melalui proses kanibalisasi agar pesawat-pesawat lainnya tetap bisa beroperasi.Tak ingin dipandang remeh, SBY saat itu langsung menjajaki pembelian jet tempur Rusia. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup lama, pemerintah akhirnya berhasil mendatangkan Su-27 pada 2011 dan Su-30 pada 2012.Di samping itu, pemerintahan SBY juga melakukan pendekatan dengan Korea Selatan untuk membuat jet tempur sendiri. Pesawat yang dimaksud adalah KFX atau IFX. Jet Tempur ini digadang-gadang memiliki ketangguhan yang tak jauh berbeda dengan F-35 buatan Lockheed Martin yang notabene pesawat kelas siluman.Hanya saja, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memutuskan menunda secara sepihak rencana pembuatan pesawat tersebut pada Selasa (7/9) lalu. Alasannya, anggaran yang digunakan untuk pengembangan bisa dipakai untuk keperluan pembelian alutsista lainnya.
Pembelian kapal selam kelas Changbogo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDemi memperkuat armada laut, Indonesia memesan tiga kapal selam baru dari Korea Selatan. Kontrak pembelian senjata ini dimulai pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan oleh Presiden Jokowi.Ketiga kapal selam pesanan itu merupakan jenis terbaru dari kelas Chang Bogo yang dibuat khusus untuk Indonesia.Dari penelusuran merdeka.com, Jumat (12/12), kapal selam jenis terbaru ini merupakan peningkatan dari tipe sejenis, yakni 209/1200. Kapal berbobot hingga 1.400 ton ini dilengkapi alat anti torpedo yang bernama Torpedo Acoustic Counter Measures (TACM).Saat ini kapal selam tersebut baru digunakan secara internal oleh Angkatan Laut Korea Selatan. Indonesia akan menjadi negara kedua yang menggunakannya. Soal persenjataan, Korsel memang tak mau main-main. Ketegangan dengan Korea Utara membuat para peneliti senjata negeri ginseng itu selalu membuat senjata terbaik.Dilengkapi mesin diesel Type 12V493 AZ80 GA31L yang dipasang di beberapa sisinya, kapal selam ini mampu berlari 11 knot di permukaan dan 21,5 knot di bawah permukaan. Dengan kecepatan tersebut, kapal selam ini mampu menempuh jarak maksimal hingga 20 ribu km.Dari sisi persenjataan, terdapat 8 lubang torpedo berukuran 533 mm, dan teritegrasi dengan roket anti serangan udara UGM-84 Harpoon. Kapal ini mampu memuat 28 ranjau laut, di lokasi penyimpanan torpedo dan harpoon.
Modernisasi dan kesejahteraan prajurit TNI
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap TNI semakin kuat, tangguh dan modern. Hal ini diungkapkan SBY menyambut hari jadi TNI yang ke-70.SBY menegaskan, TNI berada di barisan terdepan dalam menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta dalam halau dan lumpuhkan ancaman negara. Menurutnya, didukung oleh tumbuhnya ekonomi nasional, 5 tahun terakhir modernisasi dan pembangunan kekuatan TNI dilaksanakan secara signifikan."Revitalisasi Industri Pertahanan yang kita lakukan bisa produksi peralatan dan alutsista, termasuk kendaraan tempur lapis baja, sehingga tak harus impor," kata SBY dalam akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono miliknya, Senin (5/10).Dia mengatakan, sesuai dengan cetak biru dan rencana strategis, penggantian dan penambahan alutsista modern tahap satu menjangkau hingga tahun 2018. SBY berharap, Presiden Jokowi melanjutkan modernisasi TNI."Kita berharap Presiden Jokowi bisa lanjutkan modernisasi TNI, termasuk peningkatan kesejahteraan prajurit, agar pertahanan negara kuat," katanya.Dia menegaskan, sebagai tentara profesional dan tentara nasional, TNI mesti setia kepada negara, menjalankan amanah konstitusi dan menghormati nilai-nilai demokrasi."Sebagai tentara pejuang dan tentara rakyat,TNI cinta dan dekat dengan rakyat, ikut serta dalam "nation building" atas dasar sistem nasional yang berlaku," katanya.
Bela negara atau komponen cadangan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBela negara menjadi program unggulan yang diusung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kedisiplinan warga. Tak main-main, pemerintah mencanangkan target untuk mendapatkan 100 juta kader mengikuti program tersebut.Namun, Jokowi menegaskan konsep bela negara saat ini harus memiliki paradigma dan pendekatan yang baru dan tidak diartikan sebagai wajib militer. Pendekatan pemahaman bela negara saat ini yaitu bagaimana mengubah pola pikir dari semula berpandangan pesimis menjadi optimistis."Selain untuk menumbuhkan rasa percaya diri, optimisme, gotong royong, nasionalisme, juga ini menyangkut nantinya yang paling penting adalah mengubah pola pikir kita," tegas Presiden.Hal yang sama pernah dilakukan di masa pemerintahan SBY. Saat itu, pemerintah tengah mengajukan RUU Komponen Negara, di mana di dalamnya terdapat komponen cadangan di mana bisa dipersiapkan untuk pertahanan negara dari serbuan asing. Sayang, rencana ini kemudian menguap hingga digantikan oleh Jokowi.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya