Jokowi akui bantuan untuk korban cuaca ekstrem di Papua terhambat

Bantuan seberat 50 ton sudah dikirim sejak Rabu (15/7).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jokowi akui bantuan untuk korban cuaca ekstrem di Papua terhambat
Jokowi di Papua. ©Setpres RI

Pemerintah mengaku sudah mengirimkan bantuan untuk korban cuaca ekstrem di Lanny Jaya, Papua. Dari Aceh Presiden Joko Widodo memantau distribusi bantuan tersebut.

Menurut pengakuan Presiden, bantuan itu sudah dikirim sejak Rabu (15/7). Namun belum bisa sampai ke lokasi karena gangguan cuaca.

"Sudah kita kirim dua hari lalu, sudah di Wamena pagi tadi saya cek, tetapi dari Wamena menuju ke puncak, Lanny Jaya memang cuacanya (buruk). Mudah-mudahan hari ini (bisa sampai)," kata Presiden di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Jumat (17/7).

Presiden tidak menyebutkan jenis bantuan yang dibawa menggunakan pesawat khusus dari Wamena. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berharap bantuan dapat segera sampai.

Sebelumnya, Sekda Lanny Jaya Cristian Sohilait mengatakan, setidaknya ada 10 warga yang meninggal dunia akibat cuaca dingin yang terjadi pada awal Juli.

"Dari laporan yang kami terima, sebelum dilanda hujan es, Distrik Wano Barat yang memiliki 11 kampung itu sempat mengalami kemarau yang menyebabkan tanaman mati," katanya.

Pada 3 Juli lalu terjadi hujan es atau frost yang melanda kampung-kampung di Distrik Wano Barat. Hujan es kembali turun pada 5 Juli hingga mengakibatkan tanaman membusuk.

"Hujan es yang menyebabkan suhu di bawah nol derajat itu pun mengakibatkan meninggalnya warga dan juga ternak," kata Sohilait.

Rekomendasi