Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi akan Berpidato Tiga Kali di Sidang MPR 2019

Jokowi akan Berpidato Tiga Kali di Sidang MPR 2019 Presiden Jokowi pidato di sidang tahunan DPR. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan digelar hari ini, Jumat (16/8). Rangkaian acara akan dimulai dari pengecekan gedung di Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pukul 06.30 WIB.

Sidang tahunan ini kemudian dibuka dengan pidato dibacakan Ketua MPR Zulkifli Hasan disusul Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika tak ada perubahan, pidato ini akan dibacakan Jokowi sebanyak tiga kali dalam tema yang berbeda.

Pidato Presiden Jokowi pertama akan berisi tentang rapat tahunan MPR RI tahun 2019. Sesi selanjutnya, Presiden Jokowi akan membacakan pidato tentang kemerdekaan RI di usia yang ke-74.

"Artinya, persaingan sudah usai. Mari sekarang kita bersama-sama mendukung pilihan rakyat agar Indonesia lebih baik," kata Zulhas mengungkap garis besar tema pidato sidang tahunan MPR tahun ini, 15 Agustus 2019.

Sesi terakhir, rencananya Presiden Jokowi akan membacakan pidato tentang Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2020 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya.

Menebak Isi Pidato Zulhas di Sidang Tahunan MPR 2019

Saat pidato sidang tahunan MPR 2018, Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas), menyindir Presiden Jokowi. Saat itu, politikus PAN tersebut mencatut kata emak-emak yang identik dengan kubunya pada kompetisi Pilpres.

"Bapak presiden ini titipan emak emak titipan rakyat Indonesia agar harga harga terjangkau, agar kebutuhan sehari-hari," kata Zulhas dalam pidato sidang tahunan MPR 2018, Kamis 16 Agustus 2018.

Zulhas mengatakan 'emak-emak' di Indonesia menginginkan agar harga kebutuhan pokok lebih terjangkau. Hal ini agar para 'emak-emak' bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Sontak pada saat itu, barisan koalisi partai pendukung Jokowi meradang. Seperti Arsul Sani, Sekjen PPP, mengatakan Zulhas tak seharusnya mengatakan itu lewat forum setinggi sidang tahunan MPR.

"Itu dari floor kan di barisan saya PKB, PPP, Hanura ngomel semua (dengar pidato Zulkifli Hasan)," kata Arsul.

Arsul, saat itu berpendapat, dalam menyampaikan pidato Zulhas seharusnya memberikan apresiasi terlebih dahulu soal capaian pemerintah, baru menyoroti kekurangan-kekurangan. "Dia kan lebih mendetilkan kekurangan-kekurangannya kan," jelas Arsul.

Kendati begitu, Zulhas berjanji pada pidatonya di sidang MPR tahun ini tidak akan ada sindir menyindir. Menurutnya semua kontestasi sudah selesai dan waktunya membangun Indonesia lewat sumber daya manusianya yang lebih baik.

"Artinya, persaingan sudah usai. Mari sekarang kita bersama-sama mendukung pilihan rakyat agar Indonesia lebih baik," terang Zulhas di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 15 Agustus 2019.

Reporter: Muhammad Radityo PriyasmonoSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP