JK serahkan SPT pajak tahunan di Wisma Kalla Makassar
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengajak semua orang agar lebih disiplin lagi membayar pajak. Karena pada akhirnya pajak yang dibayarkan itu juga nantinya akan kembali lagi ke pembayar pajak atau rakyat.
Hal ini disampaikan usai menyerahkan SPT Tahunannya ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Sulsel Sulbar dan Sultra yang digelar di Wisma Kalla, Makassar, Jumat (4/3).
"Pajak di saat ekonomi lemah tentu tidak setinggi yang diharapkan saat ekonomi lagi membaik olehnya perlu disiplin lebih tinggi lagi," kata JK.
Dia menyampaikan pedoman lama soal pajak. Katanya negara yang kuat harus punya pemerintahan dan tentara yang kuat pula. Untuk membiaya pemerintahan dan tentaranya, negara harus punya uang. Untuk dapat uang, rakyat harus bayar pajak, untuk bayar pajak, rakyat harus berusaha, untuk rakyat bisa berusaha maka pemerintah harus beri fasilitas. Untuk beri fasilitas maka pemerintah harus ada uang, jadi itu akan berputar terus.
"Seperti itulah hubungan pajak dengan negara, saling ketergantungan," kata Jusuf Kalla.
Di lain sisi, lanjutnya, pemerintah tentu juga akan terus memperbaiki sistem pajak seperti teknis Informasi Teknologi (IT) seperti yang dicontohkan tadi yakni bayar pajak dengan sangat mudah melalui metode pembayaran e-filing.
Tapi, imbuhnya, dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Thailand, maka Indonesia masih tertinggal dari sisi informasi teknologi (IT). Olehnya beberapa tahun ke depan akan dilakukan modernisasi lagi, sehingga semua transaksi bisa diketahui dan para wajib pajak bisa langsung tahu berapa nilai pajaknya yang harus dibayarkan.
Lebih jauh dijelaskan, pada masa tahun tahun 1970-1980-an, fungsi penerimaan pajak itu nomor dua. Pendapatan negara yang paling besar itu dari minyak. Tapi kini saat negara makin besar kebutuhannya, lalu penerimaan dari minyak makin kecil penghasilannya maka peran pajak makin penting. Karena itu di APBN kita saat ini, pendapatan dari penerimaan pajak itu sebesar 76 persen dari seluruh pendapatan.
Dengan demikian, kata JK, kekuatan negara sangat tergantung dari kemampuan anggarannya dan anggaran sangat tergantung kepada penerimaan pajak.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya