Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK sebut tempat 10 WNI ditawan beda dengan tentara Filipina dibantai

JK sebut tempat 10 WNI ditawan beda dengan tentara Filipina dibantai Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah baku tembak kelompok Abu Sayyaf dengan tentara Filipina untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia di Pulau Basilan, kemarin. Menurut Jusuf Kalla, 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf tak berada di Pulau Basilan.

"Sama sekali tidak. Itu di tempat lain, di pulau lain," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (11/4). Dia menambahkan TNI juga belum diizinkan masuk ke Filipina.

Pria akrab disapa JK berharap 10 WNI dapat dibebaskan dengan segera. Saat ini pemerintah juga masih berkomunikasi dengan Otoritas Filipina untuk membebaskan 10 WNI tersebtu.

"Ya saya masih begitu. Masih bicara dengan pemerintah Filipina. Masih, mudah-mudahan bisa cepat selesailah. Ya tentu kita berusaha keras untuk menjaga keselamatannya. Oleh karena itu mudah-mudahan bisa cepat selesailah," kata dia.

Lanjut dia, saat ini perusahaan 10 WNI bekerja juga berupaya untuk membebaskan dengan membayar Rp 14,2 miliar. Namun pemerintah mengutamakan negoisasi.

"Ya pasti karena untuk menjaga keselamatan itu ya pasti pemerintah, perusahaan juga berupaya. Pemerintah tidak campur tangan soal itu. kita tidak tahu soal itu, tidak tahu," tandasnya.

Seperti diketahui, sedikitnya 50 tentara Filipina luka-luka akibat baku tembak dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Selain itu 18 tentara Filipina juga tewas dan 4 tentara Filipina dipancung oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Mereka bentrok dengan 100 kelompok militan Abu Sayyaf selama 10 jam.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP