JK minta jangan ada balas dendam terkait insiden Tolikara
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak termakan provokasi terkait insiden di Tolikara, Papua. JK menyadari permasalahan agama bersifat sensitif dan rawan menimbulkan reaksi, namun penyelesaian masalah di Tolikara tetap harus dilakukan secara hukum.
"Ya tentu ini kan agama, tentu kita selesaikan masalah itu secara hukum. Tidak kemudian masalah di sini (Tolikara) kemudian dibalas di sini (Jawa), nanti tidak ada habisnya," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).
JK menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum. Oleh sebab itu, pelaku serta dalang kerusuhan di Tolikara harus diselesaikan secara hukum.
"Kita hukum yang jalan. Jangan di sini bom, dibalas bom di sana, enggak lah. Kita negara yang taat pada hukum, siapa yang salah yah (di) hukum," imbuh JK.
Setelah insiden di Tolikara, terjadi pembakaran pintu rumah ibadah di Purworejo dan Bantul. Polisi masih mencari pelaku pembakaran itu.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya