Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK: Jangan lupa, kita juga pernah tarik dubes dari Australia!

JK: Jangan lupa, kita juga pernah tarik dubes dari Australia! wapres jk buka dialog tingkat tinggi. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Hukuman mati yang dilakukan Indonesia terhadap duo Bali Nine bikin geram Australia. Negeri Kanguru ini bahkan mengancam akan menarik duta besarnya, Paul Grigson dari Jakarta.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi santai upaya Canberra menarik duta besar di Indonesia. Penarikan itu disebutnya sebagai tanda protes saja.

"Ya itu, dalam hubungan diplomatik itu biasa saja. Kita juga pernah menarik duta besar kita ke sana, jangan lupa. Itu biasanya sementara, sebulan dua bulan, kembali lagi. Itu hanya menandakan tanda protes, kita juga sering begitu," ujar JK usai menghadiri pembukaan Musrembang di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4).

Bagi JK, penarikan duta besar bukan akhir dari hubungan bilateral kedua negara. Kejadian ini pernah berlangsung saat terungkapnya upaya penyadapan Australia terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Mengembalikan duta besar dari Australia, kita kembalikan dari brazil. Biasa saja dalam hubungan diplomasi itu. Bukan suatu hal yang sangat buruk, biasa saja," ucapnya.

Ketika disinggung penarikan duta besar tersebut akan mengganggu hubungan dagang dengan Australia, JK membantahnya.

"Tidak, perdagangan kita dengan Australia kita lebih banyak mengimpor dari Australia. Jadi kalau menghentikan perdagangan dia rugi," pungkasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP