Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK: Indonesia konsisten mendukung hak-hak Palestina

JK: Indonesia konsisten mendukung hak-hak Palestina jusuf kalla di universitas brawijaya. ©2017 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bertolak ke Istanbul, Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini, Jokowi membawa pesan rakyat Indonesia yakni mendukung kemerdekaan Palestina ke KTT LB OKI.

"Anda tahu bahwa sejak awal Indonesia itu mendukung Palestina, dan itu akan terus diperdukungkan untuk konsekuen menjalankan kepentingan hak-hak Palestina. Apakah itu yang dalam sejarahnya atau apakah diputuskan PBB," katanya di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (12/12).

JK berpandangan, untuk menciptakan perdamaian keberadaan Palestina dan Israel harus diakui di mata dunia. Selain itu, perpecahan di internal Palestina juga harus segera diselesaikan.

"Palestina sendiri (harus) bersatu antara Hamas dengan Fatah. Kalau Palestina sendiri pecah, ini sulit juga," ucap dia.

Belakangan, kubu Hamas dan Fatah diklaim mulai bersatu dan berencana melakukan pemilu tahun depan. JK berharap, hal itu benar-benar terjadi.

"Ya mudah-mudahan dalam pemilu tahun depan itu mereka sudah betul-betul dalam satu kepemimpinan. Karena di sana ada dua kepemimpinan, di sini ada presidennya, di sini ada perdana menteri. Jadi ada dua presiden," ujar JK.

Disinggung soal resolusi Arab Saudi yang memperjuangkan hak-hak Palestina, JK memberikan apresiasi. Namun, kata JK, yang terpenting adalah tindakan nyata negara-negara Islam dalam menyelesaikan konflik di Palestina.

"Tindakan yang nyata sendiri untuk menyelesaikan konflik Palestina itu yang paling pokok dulu. Jadi bagaimana juga negara-negara Islam, termasuk negara Arab tentunya, mempersatukan antara Hamas dengan Fatah ini," ucapnya.

"Kemudian bersatu menghadapi Israel, kemudian juga mempelopori perdamaiannya, mendukung perdamaian itu. Itu akan damai lah, karena kita tidak akan bisa menghindari lagi tanpa (solusi) dua negara," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP