JK: Bandara Soekarno-Hatta harus dirombak total
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai konsep Bandara Soekarno-Hatta harus diubah agar peristiwa kebakaran seperti yang terjadi di terminal 2E dan 2F tidak kembali terjadi. Peristiwa kebakaran ini menyebabkan 55 penerbangan di terminal internasional dan nasional yang dioperasikan maskapai Garuda Indonesia mengalami keterlambatan.
"Jadi harus di-manage dengan lebih baik. Memang ini kan Bandara Soekarno-Hatta tambal sulam sudah. Tambal sulam dari awalnya kan, memang harus di-review semuanya," tutur JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).
JK memaparkan, konsep Bandara Soekarno-Hatta, utamanya terminal 2E dan 2F, masih menggunakan konsep lama. Pada saat pembangunannya, belum dipikirkan Jakarta akan menjadi kota penghubung dan tempat transit berbagai penerbangan dalam dan luar negeri.
Sebagai tempat transit, tentu terminal bandara membutuhkan tempat yang lebih luas untuk berdirinya lounge bagi penumpang.
"Ya bongkar pasang. Dulu kan tidak punya lounge, tidak ada toko. Konsepnya kan dulu keliru. Konsep bikinan Prancis kan keliru. Dia tidak menganggap Jakarta itu HUB (penghubung/transit), akhirnya betul-betul orang pergi saja. Jadi tidak ada toko zaman dulu, sedikit sekali, tidak ada restauran macam-macam. Dibikin belakangan hanya tambah, tambah, tambah," jelas JK.
Oleh sebab itu, JK menegaskan Bandara Soetta harus dirombak total. Terminal bandara lama harus dipugar seperti terminal 3 yang lebih modern.
"Harus diperbaiki semuanya. Ya itu terminal 3 yang diperbaiki, modern. Harus di-review ulang," tutur JK. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya