Jimly: Hakim nakal karena faktor akhlak
Merdeka.com - Pakar Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie menilai permasalahan terkait perilaku hakim nakal merupakan hal yang biasa. Menurutnya, permasalahan hakim bisa melanggar kode etik bukan disebabkan faktor finansial.
"Masalah utamanya itu ada di akhlak," ujar Jimly saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (5/7).
Karena itu, Jimly menolak penyebab pelanggaran kode etik oleh para hakim didasari adanya faktor finansial. Dia menegaskan, uang bukan faktor utama yang mampu menggoyahkan integritas hakim.
Selain itu, Jimly juga membantah jika pelanggaran kode etik dapat dikurangi dengan menjadikan uang sebagai solusi utama. "Uang bukan yang utama. Yang utama itu adalah akhlak," terangnya.
Lebih jauh, Jimly meminta agar Komisi Yudisial (KY) dapat terbuka terkait persidangan kasus pelanggaran kode etik oleh hakim. Ini agar dapat dijadikan pelajaran oleh publik.
"Dengan dibukanya persidangan tersebut, publik dan para hakim dapat melihat dan menjadikan upaya tersebut sebagai pelajaran," kata dia. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya