Jimly Asshiddiqie minta pengelola tol tanggung jawab macet di Brebes
Merdeka.com - Kemacetan lalu lintas di wilayah Brebes, Jawa Tengah, selam arus mudik Lebaran tahun ini masih terus terjadi. Sedikitnya, 12 pemudik dinyatakan tewas setelah kelelahan terjebak macet yang memakan waktu berhari-hari.
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai kemacetan parah yang terjadi di Brebes bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Menurut dia, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) harus ikut bertanggung jawab atas insiden macet berujung maut tersebut.
"Pengelola jalan tol harus ambil tanggung jawab korban-korban harus diurusin, harus disantunin, jangan bilang ini bukan tanggungjawab saya. Tidak boleh begitu," kata Jimly usai mengikuti pemakaman Ketua KPU Husni Kamil Malik di TPU Jeruk Purut, Jakarta, Jumat (8/7).
Jimly menuturkan, terkait kemacetan Brebes ini, pemerintah tidak melulu jadi pihak yang disalahkan. Dia mempertanyakan di mana peran petinggi-petinggi pengelola tol saat terjadi hal-hal semacam ini.
"Tapi tidak selalu harus pemerintah, manajemen jalan tol nya, anda mau jadi ketua, mau jadi direktur, tapi enngak mau ambil tanggung jawab, bagaimana?" ujar dia.
"Saya rasa, jangan saling cari kesalahan orang lain, sedikit-sedikit pemerintah, sedikit-sedikit pemerintah. Loh ini kan manajemen jalan tol sudah ada, jadi harus diperhitungkan arus mudik berapa, jalan keluar berapa, itu kan. Nah ini kurang diantisipasi," timpal dia.
Jimly berharap dengan adanya korban atas kemacetan parah di sejumlah titik jalur mudik, khususnya di Brebes, baik pemerintah dan pihak pengelola tol bisa berbenah diri. Diharapkannya, pada mudik tahun berikutnya, pemerintah dan BPJT bisa bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
"Jadi walhasil ini musibah yang harus kita terima dan mudah-mudahan dapat dijadikan pelajaran untuk perbaikan ke depan," tandas Jimly.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya