Jika Polri pelihara Santoso, tak mungkin ada anggota gugur
Merdeka.com - Operasi Tim Satgas Tinombala untuk menangkap kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah masih terus berlanjut. Sampai sejauh ini, tim gabungan TNI dan Polri belum juga berhasil ditangkap.
Sejumlah pihak menuding Polri sengaja memelihara pentolan kelompok radikal tersebut. Sebabnya, Operasi Tinombala dinilai lamban. Padahal, anggota kelompok Santoso diketahui hanya berjumlah kurang dari 30 orang.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Agus Rianto menepis tudingan tersebut. Dia meminta pihak-pihak tertentu tidak membuat pernyataan yang merugikan Polri.
"Pihak-pihak yang memberi statement, lihatlah faktanya yang tidak merugikan," kata Agus saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (4/4).
Agus mengimbau semua pihak untuk berpikir ulang sebelum memberi pernyataan terkait operasi penangkapan Santoso. Dia mengatakan jika memang Santoso cs sengaja dipelihara, tidak mungkin TNI-Polri merelakan anggotanya gugur dalam operasi Tinombala tersebut.
"Untuk membuang biaya, ada juga nyawa anggota TNI-Polri melayang kan, sampai kemarin TNI ada berapa yang gugur dalam proses pembantuan Tinombala," ujar dia.
Jenderal bintang satu ini kembali menegaskan bahwa Polri-TNI terus berupaya menangkap Santoso cs. Polri, kata Agus, berjanji akan mengungkap ajaran dan tujuan kelompok MIT sampai tuntas.
"Kita berupaya menangkap Santoso untuk mengungkap kelompoknya sampai tuntas sebagaimana yang diperintahkan pimpinan Bapak Presiden, iya kita harus tangkap Santoso," pungkas Agus.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya