Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Jihad tertinggi adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan'

'Jihad tertinggi adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan' Anak-anak di kampung nelayan Cilincing. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ulama memiliki berperan besar dalam membangun bangsa. Kalau dulu ulama berjihad dengan berjuang melawan penjajah, sekarang perjuangan ulama adalah memerangi kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan.

"Hari ini para ulama dan kiai mengajarkan jihad itu lewat pendidikan. Makanya jihad tertinggi adalah bagaimana kita melawan kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan," ujar Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Maman Imanulhaq dalam keterangannya, Kamis (22/3).

Menurut Maman, pendidikan karakter terus ditanamkan para ulama dengan modal nasionalisme. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa jihad di era sekarang bukan pergi ke suatu medan perang yang sama saja dengan bunuh diri.

"Yang diajarkan ulama itu adalah mencintai tanah air. Maka ada ucapan yang sangat terkenal yaitu hubbul wathon minal iman. Artinya mencintai tanah air dalam bentuk komitmen keimanannya," kata Maman.

"Orang yang mengaku beriman dia akan mencintai tanah airnya. Kita tidak mungkin diadu domba, diprovokasi hoax, hate speech, fitnah, dan apapun di sosmed, karena kita tahu negeri ini didirikan dengan air mata, darah, perjuangan dan para ulama di dalamnya mempunyai andil besar," tambahnya.

Maman menegaskan, ulama tidak mengajarkan kekerasan, intimidasi, caci maki, fitnah, apalagi menghancurkan kemanusiaan. Maman menegaskan, para ulama harus konsisten berjuang untuk NKRI.

"Seluruh masyarakat harus betul-betul paham bahwa Indonesia sudah punya Pancasila, Indonesia sudah punya bentuk NKRI, Indonesia sudah sepakat soal Bhinneka Tunggal Ika. Itu sudah lebih dari cukup buat negara ini," tutur pimpinan pondok pesantren al Mizan, Majalengka ini.

Untuk menghadapi, paham-paham radikal, Maman mendorong komitmen nasionalisme agar terus dipertahankan, terutama kepada anak-anak muda. "Kita tidak ingin seperti Suriah, Irak, Libya, Yaman, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Kita tidak ingin Indonesia tiba-tiba tercabik-cabik oleh ancaman tersebut," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP