Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jhon ditangkap polisi karena edarkan sabu dari China senilai Rp 6 M

Jhon ditangkap polisi karena edarkan sabu dari China senilai Rp 6 M Ilustrasi. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Jhon (45) tak berkutik ketika ditangkap personel Satres Narkoba Polresta Pekanbaru. Teknisi elektronik ini langsung ditahan karena kedapatan menyimpan sabu 6 kilogram atau senilai Rp 6 miliar, di Kota Pekanbaru, Riau.

"Pelaku kami tangkap di rumahnya di Jalan Meranti, dengan barang bukti sabu 6 kilogram," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Senin (23/4).

Dalam peredaran sabu kelas kakap ini, Jhon berperan sebagai kurir ini membawa sabu dari Kota Dumai. Dia berencana bawa sabu ke Pekanbaru dan akan diserahkan kepada yang memesannya.

"Pemesan sabu yang dibawa tersangka masih dalam penyelidikan, personel masih di lapangan mencari dan sudah menetapkan sebagai buronan," kata Santo.

Polisi menduga sabu tersebut berasal dari China yang masuk melewati perairan pantai timur Riau ke wilayah Kota Dumai. Sebab, kemasan sabu dibungkus dengan plastik teh bertuliskan cina. Ini merupakan kesekian kalinya sabu dengan kemasan tulisan China yang masuk ke Riau.

"Iya seperti yang sudah biasa kami tangkap, sabu yang masuk ke Pekanbaru ini berasal dari luar negeri," ucap Santo.

Ternyata, Jhon mengaku sudah tiga kali membawa sabu dalam jumlah besar ke Pekanbaru. Dalam setiap transaksi, Jhon mengaku diupah Rp 3 juta setiap paket sabu. Sementara sabu yang diamankan polisi berjumlah delapan paket.

"Kalau berhasil pelaku berhasil mengantarkan sabu itu ke pemesan, dia akan memperoleh upah Rp 24 juta rupiah," ujar Santo.

Jhon menyesali perbuatannya, dia mengaku terpaksa menjadi kurir sabu karena tuntutan ekonomi keluarga. "Faktor ekonomi yang memaksa saya begini, saya menyesal," kata Jhon.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP