Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jessica sempat tertekan saat melakukan adegan di Olivier Cafe

Jessica sempat tertekan saat melakukan adegan di Olivier Cafe Jessica rekonstruksi di Olivier Cafe. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Tersangka kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, sempat merasa tertekan ketika melakukan rekonstruksi kasus kematian Mirna di Olivier Cafe, West Mall, Grand Indonesia, Minggu (7/2). Hingga kini rekonstruksi tertutup dari awak media itu masih berlangsung.

"Dia (Jessica) depresi. Semoga ini rekonstruksi terakhir. Kasihan dia (Jessica)," kata Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Andi Joesoef Maulana saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/2).

Andi mengatakan, rekonstruksi saat ini tidak jauh berbeda seperti pra-rekonstruksi yang sebelumnya sudah dilakukan aparat kepolisian. "Enggak ada yang berbeda dari rekon sebelumnya," ujar Andi.

Meksi sempat tertekan, namun menurut Andi, dalam rekonstruksi ini penyidik bertindak objektif dan profesional. Tidak ada tekanan maupun arahan dari penyidik kepolisian yang dilakukan terhadap Jessica.

"(Jessica) enggak merasa dirugikan dan diarahkan (penyidik) kok," pungkasnya.

Seperti diketahui, rekonstruksi ini perdana sejak Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Mirna pada Sabtu (30/1) kemarin. Dalam rekonstruksi ini, terlihat adegan Jessica memainkan telepon genggamnya. Adegan itu terlihat dari kaca lantai 1 tepat di Olivier Cafe. Saat itu, Jessica sedang menunggu Mirna dan Hani.

Tidak hanya itu terlihat juga peran seorang saksi lainnya. Ada juga Cindy pelayan kafe yang ada saat tewasnya Mirna, usai menenggak es kopi Vietnam di Kafe tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atas rekonstruksi ini. Hingga kini rekonstruksi tertutup itu masih berlangsung.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP