Jesica dan Jason berada dalam satu kamar saat longsor terjadi
Merdeka.com - Setelah Jesica (18) ditemukan meninggal akibat tertimpa longsor di Jalan Bukit Bromo Nomor 26, kawasan Perumahan Elit Bukitsari, Kota Semarang, sekitar pukul 01.15 WIB, Senin (3/10) dini hari pagi tadi, giliran Jason, anak 9 tahun yang merupakan adik Jesica ditemukan.
Jesica dan Jason dua anak dari Enrico (45) dan Christina (40) korban yang tertimbun longsor akibat talud setinggi kurang lebih antara 10 meter sampai 20 meter di rumah kedua orangtuanya itu roboh setelah diguyur hujan deras.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan, proses evakuasi kedua korban memakan waktu yang cukup lama. Meski tempat kejadian tidak begitu sulit, namun material longsoran yang terdiri dari betonan cor sehingga menyulitkan proses evakuasi dan pencarian.
"Pagi ini kita sudah dapat evakuasi dua korban longsor tanah atas nama Jesika (18) Jason 9 tahun. Cukup memakan waktu. Situasi TKP tidak sulit tapi reruntuhan yang terjadi tidaklah kecil. Alhamdulillah dua korbannya sudah ditemukan," ungkap Kombes Abiyoso Senin (3/10) dini hari tadi.
Abiyoso menegaskan, jika keduanya ditemukan di tempat yang tidak jauh sebab mereka berdua tertimbun longsoran saat berada di satu kamar tidur yang sama.
"Posisi korban berdekatan. Info awal saksi mereka berdua berada di satu kamar tidur yang sama. Terdengar gemuruh Jesica dan Jason ada di dalam satu kamar. Hasil sementara evakuasi keduanya mengalami luka di kepala korban karena tertimpa beton cor reruntuhan yang besar-besar," ungkapnya.
Kemudian Kanit Basarnas Semarang Nyoto Purwanto mengungkapkan, proses evakuasi yang dilakukan cukup panjang karena banyak pertimbangan yang diambil. Selain mengantisipasi terjadinya longsor susulan juga tidak semua personel bisa masuk.
"Proses evakuasi sekitar 4 sampai 5 jam. Banyak pertimbangan. Tidak bisa masuk langsung. Kami mengantisipasi apakah akan terjadi longsor susulan atau tidak. Bangunan stabil ruang kerja terbatas, untuk kerja di dalam tidak bisa asal masukan semua personel karena memprioritaskan keselamatan," ungkapnya usai mengevakuasi korban Jason.
Nyoto juga menambahkan, jika runtuhnya tebing setelah talud yang menempel di rumah korban mengakibatkan personelnya sangat berhati-hati melakukan proses evakuasi yang menggunakan berbagai peralatan Tim SAR.
"Kondisi tebing pencarian melakukan penilaian. Kami lihat tebing setinggi 10 meter sampai 20 meter menjadikan longsoran mendorong ke dalam rumah. Dari risiko untuk penyelamatan masih aman. Tidak banyak dan sudut tidak miring, kurang lebih 4 sampai 3 meter material merangsek ke depan. Antara tebing dan rumah mepet menyatu dengan bangunan," pungkasnya.
Usai berhasil dievakuasi, jenazah Jesika dan Jason kemudian dilarikan ke RS Elizabeth di Jalan Diponegoro, Kota Semarang untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, kedua orangtua korban Enrico dan Christina ikut bersama kedua mobil ambulance yang telah berhasil jasad kedua anaknya ke rumah sakit.
Sekitar pukul 01.45 WIB, operasi pencarian korban dua bocah tertimpa longsor resmi dihentikan. Dengan dipimpin langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, operasi pencarian dinyatakan ditutup.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya