Jero Wacik: Masih ada mobil pelat merah isi premium
Merdeka.com - Sejak gerakan penghematan nasional disosialisasikan pada 30 Mei lalu, program tersebut belum berjalan secara menyeluruh di wilayah Jabodetabek. Masih ada beberapa kendaraan dinas pelat merah mengisi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU.
Hal itu diakui sendiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di Istana Kepresidenan. Meski demikian, belum ada sanksi yang diterapkan dari Kementerian, lembaga atau pemerintah daerah atas pelanggaran itu.
"Di hari pertama, saya sudah cek semua SPBU untuk melihat adakah pelanggaran, ternyata ada. Beberapa ada pegawai negeri yang belum tahu pada hari pertama pelaksanaan. Ketika diingatkan, oke, saya belum tahu. Jadi ada proses sosialisasi sambil berjalan," ujar Jero, Kamis (7/6).
Jero mengatakan, pelanggaran yang terjadi selama ini karena banyak pengemudi mobil dinas belum mengetahui ada sosialisasi yang diumumkan Presiden. Tak hanya itu, kendaraannya juga belum terpasang stiker yang mengindikasikan pemilik kendaraan dilarang mengisi BBM bersubsidi.
"Kemarin yang banyak melanggar yang belum tahu dan mobilnya belum pakai stiker. Saya memang meminta di kementerian ini saya minta Sekjen, Sesmen, Sestama untuk memasang stiker. Bila stiker kurang, maka meminta ke BPH Migas sudah disiapkan, diambil dan dipasang. Yang sudah dipasang tidak boleh lagi melanggar," tegas dia.
Melalui program tersebut, Jero berharap terjadi penghematan sebesar 135.000 liter untuk seluruh kendaraan milik pemerintah. Dengan demikian, tidak ada lagi kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi, kalaupun masih ada sudah tidak ada toleransi.
"Permintaan saya agar pers siarkan ini yang begini agar semua mobil pemerintah, pemerintah pusat, BUMN dan BUMD mulai 1 juni. Untuk Jabodetabek mulai 1 juni. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya