Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komjen Nanan Soekarna tegur Kapolres Sumedang

Komjen Nanan Soekarna tegur Kapolres Sumedang foto:google

Merdeka.com - Wakapolri Komjen Nanan Soekarna yang gencar melakukan reformasi birokrasi di institusinya naik pitam mendengar kru Sumedang Ekspres diperiksa polisi. Nanan langsung memerintahkan agar kasus tersebut diselesaikan.

General Manager Sumedang Ekspress, Maman Suherman mengatakan Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria sudah mendatangi kantor Sumedang Ekspres untuk meminta maaf. Eka membantah berlaku represif terhadap media.

"Tadi Kapolres datang dan meminta maaf," kata Maman saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/4) malam.

Dalam pertemuan itu kata Maman, telepon genggam Eka tak henti-hentinya berdering. Salah seorang penelpon ternyata jenderal di Mabes Polri. Jenderal itu juga sempat berbicara dengan Direktur Sumedang Ekspress Dadan Ali Sundana.

"Tadi Wakapolri telpon kapolres, terus teleponnya diberikan ke Pak Dadan," ungkapnya. Eka terlihat panik dan berulang kali keluar masuk ruangan.

Menurut Maman, Kapolres mengakui memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa tujuh kru Sumedang Ekspres. "Memang perintah itu dari Kapolres setelah melihat tulisan soal 'Oknum Polisi Mengamuk'," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pagi tadi Sumedang Ekspres yang ikut karnaval mobil hias dalam rangka memperingati hari jadi Kota Sumedang membuat baliho sebesar 2 meter kali 1,3 meter. Baliho itu berbentuk koran raksasa harian Sumedang Ekspres yang terbit tanggal 4 April lalu. Yang menjadi headline adalah tulisan soal 'Oknum Polisi Mengamuk'.

Saat berita terbit, polisi tidak mempermasalahkan berita. Tapi tiba-tiba hari ini seluruh awak redaksi yang berjumlah tujuh orang diperiksa dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Mereka dikenai pasal 310 atas pencemaran nama baik. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP