Jenazah Terduga Teroris di Sukoharjo Dimakamkan Malam Ini
Merdeka.com - Jenazah terduga teroris, SU (54), tiba di rumah duka RT 03 RW 06 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Kamis (10/3) petang sekitar pukul 16.43 WIB. Jenazah rencananya dimakamkan malam ini juga.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah SU dibawa dari Semarang menggunakan mobil ambulans sekitar pukul 15.00 WIB. Setiba di rumah duka, jenazah disambut keluarga dan para pelayat.
Juru bicara keluarga SU, Endro Sudarsono mengatakan, pemakaman jenazah akan dilakukan setelah salat Isya di pemakaman Muslim Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
"Pemakamannya malam ini juga kita lakukan di pemakaman Muslim Polokarto. Rencana berangkat habis salat Isya. Disalatkan dulu," ujar Endro.
Keluarga Tidak Yakin SU Terlibat Terorisme
Selama perjalanan dari rumah sakit di Semarang menuju Sukoharjo, jenazah didampingi dua anggota keluarga dan satu teman. Mereka berangkat dari Semarang sekitar pukul 15.00 WIB dengan mobil ambulans.
"Ada pesan dari keluarga, mereka sedikit pun tidak menyakini kalau korban terlibat dalam kasus terorisme," katanya.
Pihak keluarga juga meminta maaf jika selama hidupnya korban memiliki kesalahan kepada siapa pun. Demikian juga jika ada tanggungan bisa segera disampaikan.
"Keluarga tidak yakin kalau beliau terlibat kasus terorisme. Keluarga minta maaf jika selama hidupnya ada masalah," kata pria yang juga Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) ini.
Dokter Berjiwa Sosial
Endro menyayangkan sikap penegak hukum yang menggunakan kekerasan saat penangkapan, apalagi ada tembakan hingga menyebabkan kematian.
"Mestinya ada upaya paksa atau upaya hukum yang sifatnya adalah melumpuhkan. Bukan malah mematikan. Sudah diakui kepolisian ada luka tembak dua kali di dua tempat. Kemudian mobil oleng, apakah kemudian olengnya itu dalam keadaan tidak sadar atau sebuah perlawanan kita tidak tahu," katanya.
Endro menyampaikan, SU merupakan seorang dokter yang sering kegiatan sosial, bakti sosial, pengobatan gratis atau tanggap bencana.
"Yang diketahui warga, yang bersangkutan merupakan sosok dokter yang sifatnya sosial," pungkas Endro.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya