Jemur nasi basi di tepi rel, nenek Rani tewas tersambar kereta
Merdeka.com - Diduga lengah usai menjemur nasi basi di sekitar rel kereta api, seorang nenek tewas tersambar hingga terlempar sejauh kurang lebih 30 meter. Nenek tersebut adalah Rani (86), warga Dusun Krajan, RT 08 RW II, Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Rabu (26/11), kejadian bermula saat korban Mbah Rani usai menjemur nasi basi di tepi rel kereta api sebelah utara.
"Kemudian Mbah Rani menyeberang rel kereta dan berjalan sebelah kanan kereta api. Dari arah barat ke timur tiba tiba melintas dari arah belakang kereta api jurusan Jakarta-Pasar Turi Surabaya menyerempet Mbah Rani," ungkap Agus Wiyanto yang merupakan saksi mata sekaligus tetangga korban saat dikonfirmasi merdeka.com Rabu (26/11).
Akibatnya, korban terpental dan terjatuh kurang lebih 30 meter dengan kondisi sudah meninggal dunia karena luka parah.
Saksi Agus kemudian bersama tetangga korban lainya, Yulianto, mengevakuasi jasad korban ke rumahnya yang berjarak 10 meter. Kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Mranggen.
Mendapat laporan, anggota kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (OTKP).
Dari hasil pemeriksaan petugas puskesmas setempat menyatakan korban mengalami luka, kepala belakang pecah dan muka sobek. Kaki kiri dan pergelangan tangan kiri juga diketahui patah.
Saat ini, kasus kecelakaan kereta api ini ditangani petugas Polsek Mranggen dan masinis kereta api bernomor loko 20608 beserta asistennya Adi dan Rifai. Keduanya kini masih dimintai keterangan oleh polisi.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya