Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jembatan Muhara di Lebak Roboh Diterjang Banjir, Jalur Vital Terputus

Jembatan Muhara di Lebak Roboh Diterjang Banjir, Jalur Vital Terputus Ilustrasi jembatan putus. ©2017 Merdeka.com/Putra Sansalak

Merdeka.com - Jembatan Muhara di Kabupaten Lebak, Banten, roboh diterjang banjir, Senin (9/8) malam. Bencana ini terjadi saat air Sungai Ciberang meluap setelah diguyur hujan lebat.

"Akibat robohnya jembatan itu jalur Cipanas-Lebak Gedong-Warung Banten-Sukabumi terputus " kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa (10/8).

Jembatan Muhara yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sangat vital untuk menghubungkan transportasi antara provinsi Banten dan Jawa Barat.

Saat ini, ruas jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Padahal, jembatan tersebut baru dibangun pascabencana 2020."Kami berharap jembatan itu bisa kembali dibangun, karena mobilisasi lalu lintas di wilayah itu cukup tinggi," harapnya.

Ia mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat robohnya Jembatan Muhara.

Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah itu berlangsung Senin sore hingga malam itu juga mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir. BPBD Lebak kini melakukan pendataan bagi warga yang terdampak bencana banjir maupun longsor.

"Kami berharap warga dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa, " imbau Febby.

Sementara itu, Usman (45) warga Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengatakan bahwa keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya karena daerahnya dilanda banjir. "Sampai pagi ini kondisi rumah masih tergenang banjir setinggi 70 sentimeter," katanya seperti dilansir Antara.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP