Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jembatan Lebak rubuh, belasan siswa SD tidak bisa ujian

Jembatan Lebak rubuh, belasan siswa SD tidak bisa ujian Siswa korban jembatan Lebak putus. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua belas siswa SDN 1 Pajagan tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) karena mengalami luka dan trauma pascajembatan gantung di kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten putus kemarin (10/3).

Salah seorang siswa yang tidak mengikuti ujian adalah Denis (11). Dia masih terbaring lemas di rumahnya dan mengalami luka memar di kaki. Korban mengalami luka akibat terkena tali sling jembatan saat terjatuh bersama 46 orang lainnya kemarin.

“Masih enggak kuat, masih sakit di kaki sama punggung masih memar jadi enggak bisa diri” keluh siswa kelas 5 SDN 1 Pajagan ini di kediamannya di Kampung Polad Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Rabu (11/3).

Oleh karena itu, kini pihak sekolah sudah memberikan keringanan kepada dua belas siswa tersebut.

"Hari ini UTS mata pelajaran matematika, namun karena musibah kemarin sebanyak 12 Siswa tidak mengikutinya, hal ini sudah dibicarakan dengan pihak Dinas Pendidikan," kata Sabrowi kepala Sekolah SDN 1 Pajagan kepada wartawan.

Saat jembatan jatuh para siswa tengah menyeberang di jembatan yang menghubungkan desa Tambak dan desa Pajagan. Mereka mengalami luka berat akibat jatuh ke sungai Ciberang saat jembatan rubuh.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP