Jelang Waisak, ratusan biksu ritual minta sedekah
Merdeka.com - Menyambut perayaan Tri Suci Waisak 2556 BE/2012, para biksu dari berbagai aliran melaksanakan ritual Pindapata, Kamis (3/5). Ritual dimulai pukul 07.30 WIB diawali dengan doa-doa pujian di Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang, dilanjutkan dengan ritual Pindapata yakni meminta sedekah pada umat.
Di Kota Magelang, ritual permintaan sedekah bhiku, bhikuni dan para bante ini dilakukan di emperan toko di sepanjang kawasan Pecinan Jalan Pemuda. Para umat telah siap memberikan sedekah kepada para biksu yang membawa bejana untuk menampungnya.
Maha Biksu Dutavira Mahastavira dari Sangha Mahayana di sela-sela ritual mengatakan, bahwa Pindapata adalah peringatan sejarah Buddha, karena Buddha dahulu memiliki tradisi berkelana dan kehidupannya ditanggung umat.
Hal itu dilakukan Sang Buddha Sidartha Gautama 2015 tahun yang lalu. Kehidupan Buddha dan muridnya merana sejak Buddha umur 32 tahun membuat tempat ibadah detawana wihara yang pertama kalinya.
"Ia mengajarkan sedekah ke umat agar tidak serakah, selalu berbuat baik, dan memberi kesempatan ummat bertemu dengan ulama. Sejarah diingatkan sang Buddha bahwa toh akhirnya tahta kerajaan, harta, jabatan dan kekuasaan semua mestinya harus ditinggalkan. Mari kita belajar memperoleh kerajaan jangan kita meninggalkan karena tertekan atau dipaksa lebih bagus hanya roh kita yang kita bawa dengan nilai nilai yang berarti," ungkapnya.
Duta Vira menjelaskan dimana pun orang hidup ada yang lebih ada yang kurang. "Jika diberi kelebihan harus bisa membawa diri menjadi dermawan. Ritual pindapata memberikan kesempatan kepada umat bertemu dengan para ulama yang zaman sekarang berpencar. Itulah pindapata disebut sebagai ladang yang subur. Manfaat pindapata umat berbakti kepada ulama. Pindapata sekaligus memperingati sejarah para Buddha," ungkap Duta Vira.
Panitia lokal, Paul Chandra Wesi Aji menambahkan, Pindapata tahun ini diikuti oleh sebanyak 160 biksu dari tiga Sangha, yaitu sangha Tantrayana, Mahayana, dan Theravada dari Bandung dan Jakarta.
"Mereka nantinya juga akan mengikuti ritual keagamaan di Candi Mendut dan Candi Borobudur Magelang. Mulai dari pembacaan parita (doa) juga prosesi ritual keagamaan budha seperti doa menjelang detik-detik Waisak serta pradaksina mengitari candi Borobudur dan pelepasan lampion di sekitar Candi Borobudur Magelang," pungkasnya. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya