Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang PPKM, Jabar Siapkan Ribuan Posko Covid-19 Tanpa Data dari Pusat

Jelang PPKM, Jabar Siapkan Ribuan Posko Covid-19 Tanpa Data dari Pusat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2021 humas.jabarprov.go.id/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginstruksikan pembuatan ribuan posko Covid-19 di desa dan kelurahan dalam tiga hari ke depan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Diketahui Sabtu (6/2) Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri (Irmendagri) Nomor 3 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan.

Jabar menjadi salah satu provinsi prioritas bersama Banten, DKI Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. PPKM Mikro dimulai 9-22 Februari 2021.

"Alhamdulillah Jabar selama 2020 Jawa Barat sudah membangun (posko Covid-19) di 3.800-an desa dan kelurahan. Sehingga, butuh sekitar 1500-an posko di desa yang belum. Semua akan dilakukan di dua sampai tiga hari ini, menggunakan dana desa yang sudah diinstruksikan sudah bisa digunakan untuk membangun posko," ucap Ridwan Kamil, Senin (8/2).

Posko itu nantinya memiliki tugas khusus untuk melakukan pencegahan sampai tracing dan rekomendasi treatment. Sementara desa yang menutup wilayah akan dilengkapi oleh surat keputusan (SK) bupati wali kota.

"Jadi mana desa yang zona merah mana yang hijau kita tidak menggunakan data pusat karena masih bercampur dengan kasus lama, jadi akan menggunakan data lokal, sehingga petanya baru bisa hadir besok," terang dia.

Di Jawa Barat sendiri penutupan wilayah skala mikro pernah dilakukan di Kelurahan Hegarmanah saat ada kasus ribuan positif di Secapa AD. Artinya, semua teknis pelaksanaannya tidak akan berbeda jauh sekaligus berkaca pada kasus tersebut.

"Tentu bantuan sembako sedang kita siapkan prosedurnya, seperti halnya dulu kita melakukan penutupan kelurahan Hegarmanah saat Secapa zona merah," kata dia.

"Arahan presiden terkait peningkatan tracing sudah luar biasa, akhir tahun rasio tracing 1:3, awal januari 1:4 minggu ini 1:5. Arahan pak presiden, tim tracing harus melibatkan TNI-Polri. Ini sedang dirumuskan, kalau ini berhasil ada satu tim khusus dari TNI-Polri yang kerjanya memantau melacak," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP