Jelang pelantikan Jokowi, kejahatan di Surabaya turun 40%
Merdeka.com - Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur ikut memberi atensi agar Kota Pahlawan tetap kondusif. Alhasil, sejak tiga bulan terakhir, indeks total kriminal mengalami penurunan sekitar 40 persen.
"Seperti kita ketahui, pada tanggal 20 Oktober nanti, kita akan mengadakan hajatan, yaitu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Tentu kita juga memberi atensi atas itu. Surabaya sebagai kota besar kedua (setelah Jakarta) tentu saja tidak bisa menyepelekan hal itu," papar Setija di Mapolrestabes Surabaya.
Hal ini diungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta saat menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) di halaman Mapolrestabes Surabaya, Senin (6/10) sore.
Setija yang baru saja mendampingi Kapolri Jendral Sutarman meninjau Gedung Anindita di lingkungan Mapolrestabes Surabaya itu juga mengatakan, berkaitan dengan pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), sebagai presiden dan wakil presiden itu, pihaknya membentuk Tim Crime Hunter.
"Hal ini untuk mengantisipasi tingkat kejahatan dan menjadikan Kota Surabaya sebagai kota yang kondusif serta mampu memberi rasa aman bagi masyarakat jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 oktober mendatang," katanya.
Dan sejak dibentuknya Tim Crim Hunter oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya pada bulan Juli lalu hingga saat ini, setidaknya sudah ada 244 kasus yang berhasil diungkap. Dari ratusan kasus itu, ada 230 tersangka yang diamankan, beserta 699 barang buktinya.
"Itu sejumlah kasus yang berhasil diungkap sejak tiga bulan terakhir, dan sudah kita ekspos. Untuk lima hari terakhir, kita juga berhasil melaksanakan kegiatan operasi sapu bersih dengan mengamankan 14 tersangka terdiri tiga kasus Curas, tiga Curat, lima Curanmor dan tiga kasus senjata tajam."
Barang bukti yang berhasil diamankan, lanjut dia, di antaranya mobil boks, motor, sajam jenis clurit, STNK, senjata kejut atau setrum yang bisa membuat korban kaget dan menjadi lemah, plat palsu, dan mesin pembuat alat kejahatan.
"Ungkap kasus lima hari terakhir ini, terjadi di lima TKP, di antaranya di wilayah Genteng, Rungkut, Tegalsari, Gubeng dan Gayungan," katanya.
Dan dengan terbentuknya Tim Crime Hunter ini, mantan Kapolrestabes Surabaya mengaku, kejahatan di Surabaya, khususnya 3 Cepu (Curat, Curas dan Curanmor) mengalami penurunan.
"Grafik kasus 3 Cepu terus mengalami penurunan. Dari bulan Januari hingga saat ini, penurunannya mencapai sekitar 40 persen," katanya bangga.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya