Jelang Nyepi, warga eksodus keluar Bali
Merdeka.com - Gelombang eksodus warga dari pulau Bali mulai menunjukkan peningkatan signifikan, Minggu (10/3) malam. Mereka umumnya memanfaatkan hari libur Nyepi untuk pulang ke kampung halaman.
Pemandangan itu mulai terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengantre hingga 2 kilometer untuk menyeberang ke Jawa.
Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk mencatat, hingga petang tadi sudah 7.748 unit sepeda motor dan 4.469 unit kendaraan roda empat menyeberang ke Jawa. "Kami prediksi malam ini menjadi puncaknya," kata Manajer ASDP Pelabuhan Gilimanuk Wahyudi Susianto, Minggu (10/3).
Untuk mengantisipasi, kata Wahyudi, pihaknya menyiapkan 28 unit Kapal Ferry. Untuk mengurangi antrean masuk pelabuhan, lima loket tambahan juga dioperasikan.
Ahmad Munandar, pemudik mengaku baru bisa menyeberang setelah sekitar empat jam terjebak antrean di pelabuhan. "Sudah tiap tahun pasti seperti ini," ujar pemudik tujuan Malang ini.
Dia memilih keluar dari pulau Bali karena tidak ingin bergelap-gelapan selama Nyepi berlangsung Selasa (12/3) nanti. "Mumpung libur sekalian pulang kampung," tuturnya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya