Jelang lebaran, Pedagang jilbab raih omzet Rp 30 juta per hari
Merdeka.com - Ramadan selalu membawa berkah bagi pemilik usaha busana muslim. Di Pasar Baru, Bandung biasanya aksesoris tentang muslim paling diburu. Tak ayal permintaan pun bisa meningkat dua bahkan tiga kali lipat dibandingkan hari biasanya.
Nasha Colection misalnya yang menyediakan aksesoris busana muslim khususnya jilbab kerap kewalahan meladeni permintaan pembeli jelang lebaran.
Kebutuhan masyarakat yang meningkat mengharuskan tokonya menyiapkan stok barang lebih dari biasanya. Kalau hari biasa kerudung ludes 10 kodi. Jelang lebaran bisa mencapai dua kali lipat bahkan lebih.
Ade (24) salah satu karyawan menyebutkan pengalaman jelang lebaran dari tahun sebelumnya omset dalam sehari bisa mencapai Rp 20 juta per hari. Biasanya permintaan terbanyak berasal dari pembeli secara grosiran. Tapi tak sedikit juga pembeli eceran.
"Ya kalau dari tahun-tahun sebelumnya mencapailah sampai Rp 20 juta, mungkin kalau sekarang diprediksi bisa mencapai Rp 30 juta," sebutnya sambil malu-malu saat berbincang dengan merdeka.com.
Dua pekan puasa penjualan belum mencapai puncaknya. Kata dia permintaan saat ini masih terbilang biasa-biasa saja. Alasannya untuk tahun ini bisa saja karena masuk sekolah bertepatan dengan awal puasa, sehingga manajemen uang belanja dengan kebutuhan sekolah harus diperhitungkan.
"Kalau sekarang omzet paling masih mencapai belasan juta saja (per hari)," tandasnya. Trend penjualan dari tahun ke tahun disebutkan dia memang seperti itu.
"Nah jelang puasa biasanya meningkat, awal puasa lesu, jelang lebaran meningkat lagi. Kalau jelang puasa biasanya pendatang dari Malaysia yang borong, kalau sekarang paling dari Jawa, Sumatera, Jakarta dan Bandung," paparnya.
Di tokonya Ade menjual ragam aksesoris busana muslim perempuan. Jilbab menjadi andalan penjualannya. Pelengkap jilbab juga ditawarkan di toko yang berada di lantai empat ini, seperti daleman kerudung, manset, selendang dan aksesoris hijabers lainnya.
Pedagang lainnya, Yono (19) yang menjual peralatan salat seperti sejadah dan mukena mengaku dua pekan puasa, penjualannya belum terlalu menunjukkan penjualan yang signifikan. Biasanya pembeli memburu tujuh hari jelang lebaran.
"Masih standar saja kalau sekarang belum terlalu banyak, nanti biasanya meningkat nya H-7 sampai H-3, kami pun sediakan stok yang banyak," ujar Yono salah satu karyawan di Toko Laris ini. Pengalaman dari tahun sebelumnya permintaan jelang lebaran bisa mencapai dua kali lipat. Omzet penjualan pun bisa meraup belasan juta per harinya.
"Kisarannya ada belasan juta perhari, saya ga bisa rata-rata-kan karena kadang naik kadang turun," jelasnya.
Salah satu pengunjung pasar baru, Teti (39) saat itu tampak sibuk membawa gembolan kantong keresek belanjaan. Dia mengaku, telah belanja untuk kepentingan lebaran nanti. "Saya hampir setiap tahun ke sini, lumayan beli bahan, nanti dibuat di tukang jahit," kata perempuan asal Leles Garut tersebut.
Tradisi belanja setiap tahun pasti dilakukan di keluarga besarnya. Dia pun membeli tidak untuk pribadi, tapi untuk suami dan ketiga anaknya yang masih kecil. "Sengaja dialokasikan untuk belanja kebutuhan lebaran, tradisi kami memang lebaran selalu baru," terangnya yang saat itu telah membeli mukena. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya