Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang lebaran, pasokan dana tunai diharapkan meningkat 30 persen

Jelang lebaran, pasokan dana tunai diharapkan meningkat 30 persen Ilustrasi uang. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Anggaradedy

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta perbankan mengantisipasi panjangnya masa cuti bersama Lebaran kali ini. Sebab itu, PSI mendorong lembaga keuangan meningkatkan pasokan dana tunai ke masyarakat selama libur atau cuti Lebaran hingga 30 persen dari libur Lebaran biasanya.

"PSI meminta agar perbankan mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat akan dana tunai selama libur panjang ini," ujar Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, Selasa (22/5).

Rizal memperkirakan, kebutuhan dana tunai masyarakat Lebaran kali ini meningkat 30 persen dari biasanya. "Masa-masa libur lebaran tahun lalu tercatat senilai Rp 719,5 triliun, tumbuh atau naik 22,07 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kami prediksi ada kenaikkan sampai 30 persen tahun ini," jelasnya.

PSI berharap agar perbankan mengoptimalkan jaringan layanan perbankan sampai ke pelosok-pelosok desa, utamanya anjungan tunai mandiri (ATM). Di satu sisi masyarakat tidak ingin membawa dana tunai terlalu banyak dari kota-kota besar selama perjalanan, sebab rawan kejahatan.

"Sebab itu, ATM-ATM di kota-kota kecil dan remote area lainnya harus dioptimalkan pelayanan. Jangan sampai terjadi kelangkaan dana tunai di masyarakat, sebab kali ini liburan lebih panjang. Otomatis kebutuhan nasabah akan dana tunai juga melonjak," ungkapnya.

PSI meminta perbankan meningkatkan pengamanan di sekitar ATM-ATM guna mengantisipasi maraknya tindak kriminalitas. Untuk itu, PSI juga mendorong perbankan mengoptimalkan layanan digital kepada masyarakat guna menghindari antrian panjang di ATM-ATM.

"Kalau tidak perlu-perlu amat uang kartal, masyarakat bisa utilized layanan digital. Ini lebih aman. Penetrasi layanan digital juga sudah meluas ke pelosok daerah," katanya.

Menurut PSI, optimalisasi layanan ATM tahun ini jauh lebih mudah sebab sebagian besar jaringan ATM sudah terintegrasi dalam jaringan ATM Himbara Link. "Lebih dari 30.000 ATM milik bank anggota Himbara sudah terintegrasi menjadi ATM Merah Putih dan ada sekitar 62.380 ATM milik Bank BUMN. Kalau semuanya well operated atau perform, masyarakat akan happy," imbuh Rizal.

Selain perbankan, PSI juga meminta agar operator telekomunikasi dan layanan internet ikut meningkatkan kinerja layanannya untuk menopang pelayanan digital perbankan. Tak hanya ATM, PSI juga menyorot layanan EDC atau electronic data capture.

"Layanan ini juga harus optimal layanannya. Seringkali kita temukan layanan EDC yang ngadat di restoran, toko-toko, minimarket, swalayan. Ini penting untuk mendorong cashless payment sehingga demand di ATM juga terkontrol. Jangan sampai pas Lebaran offline," tutup Rizal.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP