Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang lebaran, dodol Rokiah di Depok kebanjiran order

Jelang lebaran, dodol Rokiah di Depok kebanjiran order Pembuatan dodol di Depok. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembuat dodol Depok ini bisa membuat hingga 700 kilogram selama dua minggu. Di rumahnya di Jalan KH Usman No 47, Beji, Depok, Rokiah sudah membuat dodol sejak pukul 04.00 WIB. Dodol buatannya memiliki rasa khas karena ketika dimasak tidak menggunakan kompor, tetapi menggunakan kayu bakar.

"Rasanya berbeda kalau pakai kayu bakar lebih legit dan tanek (matang)," kata Rokiah, Selasa (14/7/2015).

Setiap hari Rokiah bisa membuat hingga 70 kilogram dodol yang dibuat dalam dua tahap. Sekali adonan, memerlukan waktu hingga delapan jam. Dibantu delapan orang karyawannya, Rokiah dengan telaten mengaduk wajan berukuran besar.

"Untuk satu kali adonan menghabiskan 12 liter beras ketan, 24 butir kelapa, 12 kilogram gula merah dan 6 kilogram gula putih," ucapnya.Usaha dodolnya sudah dilakoni sejak puluhan tahun. Bisnis keluarga ini merupakan warisan orang tuanya dan kini diturunkan ke anaknya. "Jadi sudah tiga generasi. Langganannya ya yang biasa beli saja, sudah ada pelanggan setia," ungkapnya.Harga dodol yang dijualnya cukup terjangkau. Yaitu Rp 55 ribu per kilogram. "Naik Rp 5 ribu dari tahun lalu karena banyak harga yang sudah naik," katanya.Kendati mengalami kenaikan, namun pembelinya tidak protes atau berkurang. Karena banjir pesanan, Rokiah terpaksa menutup pesanan dodol sejak sepekan lalu. "Nggak keburu tenaga dan waktunya, ini sudah banyak banget yang pesan," ceritanya.Walaupun dibuat tanpa pengawet, dodol buatannya bisa awet hingga tiga bulan. Karena dimasak sangat matang dan dalam waktu lama. "Kuncinya cuma dikasih tambahan garam saja, nggak ada pengawet apa-apa," katanya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP