Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang Idul Adha, harga hewan kurban di Aceh naik 50 persen

Jelang Idul Adha, harga hewan kurban di Aceh naik 50 persen Pedagang hewan kurban. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menjelang hari raya Idul Adha 1436 H warga berbondong-bondong membeli hewan untuk berkurban. Penjual hewan pun menaikkan harga hingga 50 persen dari harga sebelumnya. Dan bahkan lebih mahal dari tahun lalu.

Harga hewan di pasar Gampong Rumpet dan Gampong Lampermai, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, harga sapi lokal dengan dengan bobot 75-80 kg mencapai Rp 12-17 juta. Padahal tahun lalu hanya Rp 6-7 juta.

Sedangkan sapi dengan bobot di atas 100 kg tahun lalu hanya dijual Rp 15 juta kini harga jual bisa mencapai di atas Rp 25 juta.

Untuk harga kambing jenis kacangan atau kambing pedaging dengan bobot 12 kg dijual dengan harga Rp 2 juta per ekor. Tahun sebelumnya harga jual hanya mencapai Rp 1,5 juta. Sementara untuk kambing ukuran besar (jenis kambing hibrida atau bandot) dengan bobot di atas 15 kg dijual dengan harga Rp 3-5 juta per ekor.

Seorang penjual hewan kurban, Saifuddin (50) mengatakan, meningkatnya harga jual hewan ternak untuk kurban itu juga disebabkan pengaruh naiknya harga sejumlah pakan ternak di pasaran.

"Sekarang makanan ternak sudah mahal sekali dan beberapa jenis pakannya juga sulit di dapat, jadi mau tidak mau harga jual hewan ternak juga kami naikkan untuk menyesuaikan dengan biaya perawatan," kata Saifuddin Senin (21/9).

Menurutnya, permintaan hewan untuk berkurban seperti kambing dan sapi sudah mulai banyak sejak sebulan terakhir. Dan nilai jual hewan ternak diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga hari raya Idul Adha.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP