Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang eksekusi mati, 14 peti jenazah diangkut menuju Nusakambangan

Jelang eksekusi mati, 14 peti jenazah diangkut menuju Nusakambangan Peti jenazah untuk terpidana mati. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Waktu pelaksanaan eksekusi mati terhadap 14 terpidana kasus narkoba semakin dekat. Sebanyak delapan unit mobil ambulans yang membawa peti jenazah sudah dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/7) sekitar pukul 06.00 WIB. Demikian dilansir dari Antara.

Mobil ambulance yang tiba dikawal satu unit mobil patroli polisi tiba menuju Dermaga Wijaya Pura dan antre untuk masuk kapal feri menuju Nusakambangan. Iring-iringan mobil ambulance itu membawa 14 unit peti jenazah.

Sedangkan tiga unit mobil ambulance lainnya sebagai cadangan. Sebanyak 17 mobil ambulance tersebut di Dermaga Wijaya Pura langsung diangkut menggunakan feri menuju Nusakambangan.

Peti jenazah tersebut disiapkan untuk para 14 narapidana yang masuk dalam eksekusi mati jilid III, dimana 14 narapidana tersebut sudah masuk ruang isolasi.

Meski Kejaksaan Agung belum mengumumkan waktu pelaksanaan eksekusi, sejumlah persiapan di lapangan terus dilakukan. Seperti kemarin malam, koordinator kerohanian agama Islam narapidana Lapas se-Nusakambangan, Ustaz Hasan Makarim pun dipanggil mendadak Kepala Kakanwil Kemenkum HAM Jateng untuk datang ke Lapas Batu, Pulau Nusakambangan.

"Saya mendadak dipanggil Kakanwil ke atas (Nusakambangan)," kata Hasan.

Selain itu sebanyak 23 mobil polisi disiapkan di Pulau Nusakambangan. Mobil tersebut digunakan untuk mobilisasi saat pejabat berkunjung ke Pulau Nusakambangan.

"Mobil itu disiapkan untuk mengangkut dan mobilitas pejabat yang ke Nusakambangan," kata Kepala subbag Humas Polres Cilacap, Ajun Komisaris Bintoro Wasono.

Sebelumnya diketahui, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan 14 terpidana mati yang akan dieksekusi itu sudah diisolasi di Lapas Nusakambangan.

Ia menyatakan saat ini tengah mempersiapkan tahap akhir karena pihak keluarga terpidana sudah dikumpulkan, bahkan Kedutaan Besar negara asling sudah diberi tahu.

Saat ini, dirinya sedang menunggu perkembangan akhir dari pelaksanaan eksekusi mati.

"Semua sudah pada posisi masing-masing, baik itu petugas keamanan dari kepolisian maupun keluarga sudah diberi tahu," katanya di Jakarta, Rabu (27/7).

Ia sudah mendapatkan informasi dari Menteri Luar Negeri (Menlu) beberapa hari lalu bahwa kedutaan besar yang warganya akan dieksekusi mati jilid III sudah diberi notifikasi.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP