Jeffry Al Buchory, ustaz gaul mantan pecandu

Reporter : Iqbal Fadil | Sabtu, 4 Agustus 2012 04:32




Jeffry Al Buchory, ustaz gaul mantan pecandu
Ustad Jeffry. kapanlagi.com

Merdeka.com - Menjadi dai mungkin tak terbayang dalam daftar cita-cita Jeffry Al Buchory. Meski berasal dari keluarga dengan latar belakang agama kuat, Jeffry muda sempat tenggelam ke dunia hitam. Menjadi pecandu obat-obatan terlarang hingga beberapa kali overdosis, Jeffry menemukan titik balik dalam hidupnya.

Siapa yang kini tidak mengenal ustaz Jeffry, wajahnya kerap wara-wiri di layar kaca. Apalagi di saat bulan Ramadan seperti sekarang, berbagai acara terutama kultum menjelang berbuka puasa dan saat sahur, atau tablig akbar selalu menghadirkan ustaz yang terkenal gaul ini. Belum lagi berbagai iklan yang dibintanginya, membuat Uje, sapaan akrabnya, digemari masyarakat.

Lahir dari keluarga dengan pendidikan Islam yang cukup ketat, Uje kecil sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Anak ketiga dari lima bersaudara ini seakan mengikuti jejak kakak-kakaknya yang menjadi mubaligh. Sayangnya, di pesantren Uje justru mengalami masa-masa awal kenakalannya. Sering bolos dan kabur dari asrama, dia dikeluarkan dan pindah bersekolah SMA. Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus SMA di tahun 1990, kenakalan Uje tak berkurang. Selama bertahun-tahun, Jeffry bergaul dengan berbagai macam obat-obatan terlarang. Awal mula Jeffry masuk ke dalam jeratan narkoba saat ia terjun di dunia entertainment.

Sekitar tahun 1991, Jeffry aktif menjadi salah satu penari yang sering tampil di berbagai tempat hiburan malam. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di diskotek dan bar. Uang bayaran dari hasil menjadi penari latar dan fashion show kala itu, kerap digunakan untuk membeli narkoba. Tak heran, uangnya tak pernah tersisa.

Jeffry juga pernah mencicipi dunia akting dengan turut berperan di beberapa sinetron. Di antaranya adalah Sayap-sayap Patah, Opera Tiga zaman, dan Kerinduan. "Namanya juga masih muda," ujar Jeffry sembari tersenyum mengenang masa mudanya.

Seiring berjalannya waktu, Uje semakin terpuruk dengan kondisi tersebut. Dia semakin sulit untuk lepas dari ketergantungan narkoba. Apalagi sikap keras kedua orang tuanya yang tidak setuju dengan pekerjaannya di dunia entertainment. Sikap frustrasinya itu makin bertambah ketika ayahnya meninggal pada tahun 1992. Bukannya insyaf Jeffry makin tenggelam dalam jeratan narkoba.

Meski masih berstatus pecandu, Uje kemudian menikah pada tahun 1999 dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Titik balik kehidupannya bermula ketika diajak oleh keluarganya untuk berumroh ke Tanah Suci. Di Mekkah, dia mengaku mendapatkan hidayah dan bertekad untuk bertaubat.

Sekitar tahun 2000, kala itu, Fathul Hayat, kakak kedua Uje yang kini sudah meninggal karena kanker otak, memintanya menggantikannya memberi khotbah Jumat di sebuah masjid di kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat. Sang kakak pada waktu bersamaan, diminta menjadi imam besar di Singapura. Uje juga sempat diajak berdakwah di negeri jiran itu. Melihat bakat Uje menjadi dai dan ceramahnya yang diterima baik oleh para jemaah, sang kakak meminta Uje untuk melanjutkan menjadi dai.

Namanya mulai dikenal. Dari hanya berceramah di masjid kecil, majelis taklim, perlahan-lahan Uje mulai dikenal dengan gaya ceramahnya yang gaul. Apalagi pengalamannya sebagai mantan pecandu sering diungkapkannya dalam berbagai materi dakwahnya yang cukup mengena untuk anak muda. Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu nasyid. Penampilan di berbagai televisi pun membuat popularitasnya semakin tinggi.

Satu hobi yang tidak ditinggalkannya adalah bernyanyi. Namun sebagai ustaz tentu saja melantunkan lagu-lagu Islami. Di tahun 2006 Uje membuat album religi bertajuk 'Lahir Kembali'. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk 'Para Pencari-Mu' pada tahun 2007.

Sebagai mantan pecandu yang kini menjadi dai kondang, pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973 itu juga salah satu duta Badan Narkotika Nasional untuk mengampanyekan bahaya narkoba bagi generasi muda.

Jeffry Al Buchory telah menemukan jalan hidupnya. Dari pecandu, kini menjadi dai kondang. "Cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik," kata Uje.

[ren]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Jelang liberalisasi, gerak pengusaha konstruksi asing diperketat
  • Dana kelolaan BPJS jadi sumber pembiayaan proyek MP3EI
  • Menag: Sudah sewajarnya pemerintah akui peran besar pesantren
  • Jadi bandar narkoba, napi Lapas Sragen batal hirup udara bebas
  • Marshanda: Aku tahu posisi aku
  • Khasiat hebat yang tersembunyi di balik pahitnya pare!
  • Sebelum penemuan mayat bocah tanpa organ, bocah 5 tahun diculik
  • Maruarar Sirait usul tak ada kenaikan gaji presiden dan DPR
  • Sidak Wapres Boediono di Imigrasi Jakpus cuma 5 Menit
  • Saksi akui eks Kepala Bappebti sediakan sogokan izin pemakaman
  • SHOW MORE