Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jawaban Kapolri Idham Azis Saat Dicap Sebagai 'Orangnya Tito'

Jawaban Kapolri Idham Azis Saat Dicap Sebagai 'Orangnya Tito' Jokowi lantik Kapolri Idham Azis. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kapolri Idham Azis menceritakan kedekatannya dengan Mendagri Tito Karnavian. Idham Azis mengatakan, dirinya kerapkali menjadi teman diskusi dan tempat Tito curhat.

"Beliau (Tito) sering curhat sama saya. Saya bangga bisa di samping beliau. Karena sejak kapten saya bersama beliau," ucap dia di Mako Brimob Kelapa 2 Depok, Rabu (6/11).

Lantaran kedekatan pertemanan diantaranya keduanya, muncul anggapan bahwa Idham adalah 'orangnya' Tito. Idham hanya menjawab santai.

"Banyak orang bilang kamu orangnya Tito. Iya lah saya Polri dan dia Kapolri (saat itu). Masa saya orangnya Pangkostrad," guraunya.

Menurutnya, itu namanya loyalitas tak bertepi. "Saya sami'na wa atho'na. Siapa yang ganggu saya punya komandan, berhadapan dengan saya," ucap dia.

Kini tongkat Komando Polri berada di tangan Idham Azis. Dia berjanji mewakafkan dirinya untuk kemajuan institusi Polri. Namun, diakuinya, hal itu tidak dapat diwujudkannya seorang diri.

"Saya sadar kalau tidak dibantu kalian, saya tidak ada ada apa-apa. Mudah-mudahan tidak ada media dan tidak dipotong-potong saya punya omongan. Apalagi, ya udahlah begitu saja mohon doan restunya Haji (Tito Karnavian)," tutup dia.

Sikap Tegas Idham

idham rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Idham mengatakan, selama menjabat Kapolri dirinya bakal mengesampingkan orang-orang yang tidak suka dengan gaya kepemimpinannya. Idham menganalogikan dengan Patung Pancoran.

"Kalau masalah suka tidak suka, patung Pancoran juga banyak yang tidak suka apalagi saya. Jadi Abang abang kalau suka terima kasih. Kalau tidak suka, saya tinggal. Sama teman-teman juga begitu," ucap dia.

"Kan sama masalahnya sama Pak Tito, tidak mungkin bisa memenuhi keinginan Kapolda 34, Wakapolda 34. Saya paham masalah Pak Tito masalah beliau karena beliau sering curhat sama saya," ucap dia.

Kepada personel, Idham hanya berpesan untuk menjaga institusi Polri.

"Kepada abang-abang saya, senior saya. Saya besok boleh pergi berganti bahkan boleh meninggal tapi organisasi Polri harus tetap berdiri tegak selama NKRI berdiri," ucap dia.

Reporter: Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP