Jasad Tak Dimakamkan Orangtua, Remaja di Pemalang Sakit TBC
Merdeka.com - Polisi mengungkap, tak ada tanda kekerasan pada mayat gadis remaja SAR (14) yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia disimpan di dalam rumahnya di Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban meninggal beberapa hari dikarenakan penyakit TBC Paru yang dideritanya.
"Jadi sebelum dimakamkan, korban dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas. Hasilnya, dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo dalam keterangannya, Rabu (12/1).
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Moga juga menyimpan rekam medis SAR semasa hidup beberapa bulan. "Korban pernah berobat di Puskesmas setempat, hasil rekam medis memang mengidap penyakit TB paru," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengungkapkan, pihaknya bakal mengirim tim psikolog trauma healing dari Bid Dokes Polda Jawa Tengah, ke Moga, Kabupaten Pemalang.
Sebelumnya, kasus orangtua yang belum memakamkan jenazah anak SA (14) yang meninggal dunia di Pemalang sempat viral di media sosial.
Peristiwa ini terungkap saat Polsek Moga menerima laporan dari perangkat Desa Plakaran perihal adanya warga yang belum memakamkan jenazah anaknya. Meski sudah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Moga segera mendatangi pihak keluarga yang bersangkutan. Melalui upaya pendekatan persuasif kedua orang tua akhirnya mengizinkan petugas untuk melakukan pemeriksaan secara medis terhadap jasad SA yang diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Banyumudal Kecamatan Moga, diperkirakan SA telah meninggal dunia beberapa hari dikarenakan penyakit TB Paru yang dideritanya selama ini.
Bahkan setelah diberikan pemahaman, akhirnya kedua orang tua keluarga pun bersedia memakamkan jenazah SA. Proses pemakaman telah dilaksanakan pada hari Minggu itu juga.
Terkait dengan kasus ini, kini masih dalam penanganan Polsek Moga yang juga dibantu Polres Pemalang. Termasuk dalam mengupayakan langkah penanganan psikologis dan trauma healing terhadap kedua orang tua SA.
Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto mengungkapkan, pihak keluarga SA telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
"Sudah dimakamkan Minggu (9/9) malam, alhamdulillah pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah," kata Kapolsek.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya