Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jangan sampai masa depan anak terenggut kabut asap

Jangan sampai masa depan anak terenggut kabut asap kabut asap di riau. ©2015 merdeka.com/muhammadun

Merdeka.com - Imbas kabut asap terhadap kehidupan manusia memang tak ada hentinya. Tidak cuma membikin sakit, asap juga membuat kondisi kesehatan menurun.

Lebih buruk lagi, aktivitas sehari-hari juga terganggu. Terutama bagi anak-anak. Mereka tak lagi leluasa bermain apalagi belajar.

Proses belajar mengajar mengalami kesulitan. Sekolah pun terpaksa buka tutup. Sebab hanya itu solusi bisa dilakukan. Sebab sering-sering keluar rumah dan terpapar asap bisa membunuh anak perlahan-lahan. Contohnya sudah ada beberapa anak tewas sebagai dampak dari asap.

Contoh nyata, para orangtua di Kota Pekanbaru dan sekitarnya kini cemas. Sebab, anak-anak mereka mulai stres akibat terpapar asap melanda daerah itu, sejak tiga bulan terakhir.

Seorang warga Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Jasmaniar (45) mengatakan, dampak asap berimbas menjadi beban mental kepada anaknya, Keysa (10). Keysa saat ini duduk di kelas V sekolah dasar.

"Kondisi darurat asap yang kian bertambah pekat ini, telah menimbulkan stres dan kecemasan pada anak saya, yang ditunjukkannya dalam bentuk kegelisahan, mengeluh sakit di dada, mimpi buruk, mengigau, demam tinggi," kata Jasmaniar.

Padahal, lanjut Jasmaniar, pada Oktober ini anak-anak sedang menghadapi ujian tengah semester (UTS). Setelah pulang sekolah, mereka justru mengeluh UTS tidak bisa dikerjakan dengan baik.

"Bagaimana aku bisa lulus UTS mama, kepalaku pusing, perut mual-mual mau muntah rasanya. Membaca soal itu saja aku tidak bersemangat," ujar Jasmaniar menirukan Keysa.

Senada dengan Jasmaniar, Hafifah (38) mengatakan, anaknya sering berperilaku sulit atau tidak kooperatif, ketakutan, dan lainnya sebagai dampak dari resiko terpapar asap.

Seharusnya, lanjut Jasmaniar, semua pihak sadar bencana asap telah menimbulkan banyak kerugian, sehingga pembakaran lahan dan hutan tidak lagi dilakukan.

Beruntung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, sigap terhadap kondisi itu. Menurut dia, ada beberapa solusi buat pelajar dan sekolah di daerah terpapar kabut asap. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP