Jangan sampai konser Lady Gaga picu konflik sosial
Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari berharap semua pihak menyadari konser Lady Gaga hanya sebuah hiburan semata. Karena itu, jika terus menimbulkan kontroversi, sebaiknya pertunjukan konser tidak dipaksakan.
"Sesuatu yang hanya hiburan sebaiknya tidak terlalu dipaksakan untuk harus digelar. Apalagi belum digelar saja nyata-nyata sudah menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat," kata Hajriyanto kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (22/5).
Menurut Hajriyanto, sebaiknya polisi mempertimbangkan dengan matang soal perizinan. Jangan sampai konser digelar justru menimbulkan konflik sosial.
"Daripada kontroversi ini menimbulkan kegaduhan sosial dan politik lebih baik dibatalkan saja," tegas dia.
Tetapi promotor konser Lady Gaga, Big Daddy, tidak mau patah arang. Promotor mengadukan keputusan Polda Metro Jaya ke Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Keputusan Polda dinilai mendua soal konser Lady Gaga yang rencananya digelar 3 Juni mendatang.
Menurut pengacara Big Daddy, Minola Sebayang, sebelumnya Polda telah memberikan izin kepada promotor untuk menjual tiket konser tersebut pada 8 Maret lalu.
"Jadi sikap kepolisian sangat aneh, kami diberi izin menjual tiket, tapi konser dilarang. Sudah ada 52 ribu yang membeli tiket, sekarang hampir 60 ribu," ujar Sebayang kemarin malam. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya