'Jangan mudah termakan isu tak jelas di media sosial'
Merdeka.com - Media sosial kerap dipakai orang–orang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi hoax yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Untuk itu masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
"Saya titip kepada masyarakat umum dan para generasi muda untuk bertindak lebih dewasa, jangan mudah termakan isu yang tidak jelas, terutama dari media sosial," ujar Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi dalam keterangannya, Rabu (14/2).
Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk mempertahankan keutuhan masyarakat dan bangsa ini. "Jangan mudah larut dalam suatu isu yang akan membawa kepada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita terutama terhadap bangsa," tuturnya.
Dia menilai peran pemerintah sangat penting untuk ikut serta aktif dalam mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoax. Selain itu, perlu juga melibatkan semua pihak untuk menyikapi berbagai isu yang muncul di media sosial.
"Menjadi komitmen baik dari pemerintah, perguruan tinggi dan juga masyarakat itu harus ada. Perlu ada forum-forum yang kita pergunakan untuk bisa memberikan pencerahan kepada semua pihak," ujarnya.
Pria yang pernah menjabat Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB ini juga meminta perlunya adanya ketegasan dari pemerintah berupa sanksi yang tegas dan aturan yang jelas agar berita hoax dan isu provokatif lainnya tidak muncul di media sosial. "Dan ini harus disosialisasikan supaya semuanya bisa tahu tentang apa yang digariskan dalam peraturan itu," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi agar mahasiswanya tidak mudah termakan isu hoax, lanjutnya, telah ditanamkan jika informasi di dunia maya itu ada yang positif dan ada yang negatif. Para mahasiswa juga diikutsertakan membikin lomba hoax analyzer.
"Lalu kita bekali mahasiswa itu mengenai cara memfilter dengan pembekalan-pembekalan soft skill agar punya empati, kepedulian sosial dan cinta tanah air. Tujuannya membekali para mahasiswa supaya makin sadar akan pentingnya peran mereka di dalam melindungi bangsa dan negara," jelasnya.
Dia mengatakan, para dosen di setiap kelas juga memberikan peringatan pada setiap mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. "Karena di kelas dosen bukan hanya memberikan kuliah, tapi dosen juga memberikan sisipan-sisipan soft skill tentang berbagai hal termasuk juga masalah media sosial tadi," tuturnya.
Dia pun meminta kepada mahasiswanya untuk ikut bersama-sama melakukan 'siskamling' di media sosial. Mahasiswa juga harus turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, melindungi tumpah darah dan segenap warganya dan juga menciptakan perdamaian dunia.
"Dan mahasiswa sebagai generasi muda yang akan melanjutkan perjalanan bangsa di masa depan, mereka secara filosofi dan secara prinsip harus mengawal tujuan negara itu," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya