'Jangan cuma bebaskan sandera, cari solusi permanen soal Abu Sayyaf'
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menganggap hasil perundingan 3 negara merupakan hal yang positif. Hal itu terkait pernyataan Menhan Ryamizard Ryacudu bahwa militer Indonesia boleh masuk Filipina untuk membebaskan WNI yang disandera.
Charles mengungkapkan, jaringan separatis yang berulangkali melakukan penyanderaan di Filipina harus diperangi bersama. Sebab menurutnya, kelompok tersebut serupa dengan gerakan terorisme.
"Kita kan punya tujuan bersama untuk membebaskan wilayah ini bukan hanya dari kriminal, tapi dari perompak dan teroris. Beberapa pihak mengkategorikan Abu Sayyaf sebagai kelompok pemberontak, kalau buat saya ini kelompok teroris yang tak ada bedanya dgn ISIS dan Al Qaeda. PBB sendiri sudah menyebutkan kalau Abu Sayyaf kelompok teroris yang sangat berbahaya, masuk daftar teroris dunia. Ya harus diperangi bersama," ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6).
Politikus PDIP ini menilai, pemberian izin bagi militer Indonesia merupakan sinyal dari Filipina untuk membuka hubungan kerjasama keamanan. Sebab banyak permasalahan terkait hal tersebut harusnya diselesaikan sejak lama.
"Kalau memang perlu bukan hanya sekadar membebaskan sandera, tapi bagaimana menghentikan atau menyelesaikan permasalahan Abu Sayyaf ini secara permanen," ungkapnya.
Charles berujar sudah sejak lama kelompok Abu Sayyaf beserta faksinya merugikan masyarakat sipil. Untuk memeranginya, menurutnya, perlu ada peran intelejen yang kuat.
"Dalam mengambil tindakan, tentunya harus ada koordinasi intelijen yang lebih baik. Saya sangat yakin TNI bisa apabila diizinkan operasi di Filipina bersama-sama dengan militer Filipina, saya yakin TNI bisa membebaskan sandera-sandera WNI yang disandera Abu Sayyaf," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya