Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan keluar dugaan korupsi Pelindo II, panggil Lino dan Rini

Jalan keluar dugaan korupsi Pelindo II, panggil Lino dan Rini Demo tuntut KPK tangkap RJ Lino. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi membentuk Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II untuk menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di PT Pelindo II. Dalam pandangan Praktisi Hukum Eggi Sudjana, kasus dugaan korupsi Pelindo II masih gelap dan belum ada titik terang.

"Ini bukan kusut lagi tapi buram," ujar Eggi di acara diskusi Youth Speak dengan tema "Mengurai Benang Kusut Korupsi Pelindo II", Jakarta, Selasa (13/10).

Menurutnya, DPR tak perlu repot-repot membentuk pansus untuk menuntaskan kasus ini. Menurutnya, jalan keluar terbaik saat ini adalah memanggil dua pejabat yang bertanggung jawab di Pelindo II yakni direktur utama dan Menteri BUMN.

"Ngapain ada pansus kalau mau ngebidik orang saja, Lino (Dirut Pelindo II RJ Lino) sama Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno)," katanya.

"Jalan keluarnya adalah agar tidak membuat kusut yaitu panggil Lino dan Rini," ucapnya.

Sekadar diketahui, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggeledah ruang Direktur Utama Pelindo II Richard Jost Lino atau RJ Lino, kantor pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan beberapa ruangan yang ada di tiga lantai sekaligus, pada Jumat (28/8) lalu. Penggeledahan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan 10 mobil Crane yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut.

Dari gedung DPR, Pansus Pelindo akan meminta keterangan dari Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PT Pelindo II RJ Lino untuk mengusut latar belakang terjadinya penggeledahan atas dugaan korupsi 10 mobil crane yang membuat RJ Lino gerah sampai menelpon Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil beberapa waktu lalu itu.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP