Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan berdebu, tukang becak dan delman di Yogya sepi pelanggan

Jalan berdebu, tukang becak dan delman di Yogya sepi pelanggan Abu Kelud di Malioboro. ©2014 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Hujan abu yang melanda Yogyakarta, Jumat (14/02), lalu masih menyisakan abu di jalanan. Meski dibersihkan beberapa kali, debu abu masih tampak berterbangan di jalanan.

Akibatnya bukan saja dirasakan oleh para pengguna jalan yang terganggu dengan debu, tapi juga dirasakan oleh tukang becak dan kusir delman di Jalan Malioboro.

Dari pengakuan Pak Yo, tukang becak di Jalan Malioboro, sejak hujan abu pendapatannya menurun drastis. Hal tersebut menurut dia karena banyak orang masih enggan keluar rumah.

"Masih berdebu begini, paling juga belum mau keluar apalagi belum semua toko buka, yang repot saya, jadi sepi pelanggan," ujar Pak Yo mengeluh, rabu (19/02).

Pak Yo sendiri mengaku sejak hujan abu pada Jumat lalu, baru selasa kemarin dia bekerja dengan becaknya. "Jumat sampai Senin sudah nggak mbecak, sekarang mbecak sepi," ujarnya.

Hal serupa dirasakan juga oleh Warso, seorang kusir delman di Jalan Malioboro. Menurut dia sejak hujan abu, ia merasa kesulitan ekonomi karena beberapa hari libur kerja. "Ya turun pendapatan, kondisinya seperti ini. Malioboro saja masih sepi," katanya.

Selain kesulitan karena pelanggan menurun, warso juga mengaku sulit mendapatkan pakan untuk kudanya. "Susah cari yang bersih pakannya. Berdebu, takut juga nanti malah sakit kudanya," ujarnya.

Meski demikian Warso optimis kondisi seperti ini akan segera berlalu dan pendapatannya sebagai kusir delman bisa kembali normal.

"Biasane bencana itu dibarengi berkah, hujan abu bagi petani membuat tanah subur, bagi kusir seperti saya semoga setelah ini banyak wisatawan," harapnya.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP